Mencoba untuk mengukur langit, menenggelamkan batu apung, memadatkan sebuah pelangi, membentengi samudra dan daratan, mengkristalkan embun. Sayangnya aku tak bisa.
Haruskah aku menuangkan tangisanku kedalam cangkirmu agar kau tau aku menangis untukmu?
Perlukah aku berdiri di depan wajahmu dan berteriak sekencangnya untuk mengetahui aku marah padamu?
Kamu tak pernah peka, itu bukan cinta.
Cinta itu suatu kepekaan.
Lalu kemana angin akan membawa kata-kata cintamu untuk aku dulu?
Aku tau kemana sekarang, adalah kearah yang lain..
Mungkin aku bukan cukup untukmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar