Minggu, 26 Mei 2013

LULUUUUSSSS !!!!!

Kalo gue dijadikan kepala sekolah dan diberi kesempatan buat ngasih sambutan kelulusan di buku kenangan kelas 3,
Gini jadinya...
"Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakattuh.
Anak-anakku yang gimana yah, bangga sih pasti.. sayangi sih iya dong.. cintai? Wah itu hanya untuk suami saya saja. Hehe.denger-denger kalian lulus 100 persen ya? Wahh tumben? Ngga ketang. Saya buanggaaa sekali ternyata kalian kompak ya, masuk gerbang MOSB bareng keluar bawa ijasah SMA juga bareng. Tepuk tangan 4 kaki 5 tangan buat ananda (gimana caranya).
Nilai? Mau tau banget banget sampe menggeliat pengen tau? Emang penting ? menurut saya itu hanya formalitas, dilihat dari proses UN nya lulus juga keajaiban kan ? heheh saya disini membicarakan makhluk-mahkluk seperti saya muda dulu, ya malas… ya tidak serius.. tapi sering berdo’a. untuk makhluk yang tidak diragukan lagi kemampuan akademiknya jangan kesindir yaa. Saya tidak menyinggung kalian, tapi memuja kepintaran kalian kok. Hehe.
Untuk makhluk seperti saya muda dulu, jangan bangga memiliki nilai bagus. Karena itu suatu kebetulan kan (rasisme ya). Jangan malu mempunyai nilai kecil, toh ngga semuanya diberuntungkan oleh yang Maha Kuasa kan. Woles aja and keep loving Yellow guys (loh ?). yang nilai gede bukan jaminan lolos SNMPTN dan sukses jadi milyader lalu menjadi penguasa dunia ( ?) yang nilai kecil juga tidak selamanya berada pada nasibnya yang minus keberuntungan. Guys semua bukan karena nilai UN tapi lebih kepada proses, do’a, dan yang nyeleksi kita di PTN. Jadi ngga ada jaminan buat sukses atau gagal, jaminan kalian satu-satunya adalah berjuang berdo’a.
Sekarang waktunya sedih-sedihan. Dadahhh kalian, akhirnya saya tidak akan melihat kalian lagi disekolah saya, akhirnya sekolah saya plong untuk sementara waktu. Akhirnya meja, bangku, papan tulis, kelas menjadi milik sekolah saya lagi. Tapi…. Sebenarnya saya sedih loh. Dengan kalian sekolah ini masih berdiri sampai sekarang, dengan kelakuan kalian, menuai prestasi, menyumbangkan keringat, bersedia menta’ati peraturan selama ini, menjaga sekolah kita, membumingkan sekolah kita.. usaha kalian akhirnya berujung disini rupanya. Berujung manis tepatnya.
Saya tidak pernah rela untuk melepas kalian, tapi waktu dan masa depan kalian lah yang memaksa saya untuk ini. Saya hanya bisa mendo’akan yang terbaik untuk impian kalian, jaga almamater mu nak. Karena sekolah ini adalah saksi bisu yang melihat perjalanan dan masa kenangan putih abu kalian semua, jangan lupakan gedung sekolah yang apa adanya ini beserta isinya.. setiap spot-spot tempat yang pernah kalian singgahi, lewati bahkan nikmati.
Saya yakin sekolah ini sedikitnya telah banyak ada di memori kalian.. semoga kalian selalu ingat pada sekolah ini. Terutama dengan tenaga pendidiknya, para guru.. saya sebagai guru juga tak henti bersyukur atas keberhasilan kalian semua, maafkan kami atas prilaku kami yang selama ini membuat kalan tidak nyaman. Kami tersenyum puas dan bangga melihat kalian, sekaligus menangis untuk melepas kalian pergi dari sekolah ini. Karena kalian lah yang akan kami rindukan setiap saat. Kalian lah yang kami khawatirkan akan melupakan kami. Kami hanya bisa melakukan ini, kami hanya bisa menjalankan kewajiban kami kepada kalian sebagai orang tua kedua kalian..
Jaga dirimu nak. Kelak jalan suksesmu kedepan semakin terjal, kuatkanlah akhlak dan imanmu nak. Berjanjilah untuk terus mengingat kami disini sebagai pengasuhmu dulu.. semoga apa yang kami ajarkan bisa berguna untukmu kelak. Amalkanlah apa yang kamu punya selama 3 tahun ini. Sang Pencipta senantiasa akan melindungi kalian semua..
God bless you all. Saatnya melambaikan tangan pada kami, masa putih abu kalian..
Beranjaklah dari sini untuk diam di tempat yang lebih baik dan berhasil dari sekarang nak.. saya selalu ada di hati kalian muaaah.“

Wahhhhh parah ka?
1.      Ngabisin tempat tu buku.. bisa 2 lembareun -,-
2.      Konyol, mana wibawanya atulah ?
3.      Jadis gue cocok ga jadi kepala sekolah ?



Jumat, 24 Mei 2013

Entri sebanyak mungkin sampai aku puas.
Argh tapi aku tidak pernah puas.
Terlalu banyak hal yang aku pikirkan sekarang.
Aku hanya ingin melampiaskannya disini, tak cukup :(

Mencoba untuk mengukur langit, menenggelamkan batu apung, memadatkan sebuah pelangi, membentengi samudra dan daratan, mengkristalkan embun. Sayangnya aku tak bisa.

Haruskah aku menuangkan tangisanku kedalam cangkirmu agar kau tau aku menangis untukmu?
Perlukah aku berdiri di depan wajahmu dan berteriak sekencangnya untuk mengetahui aku marah padamu?

Kamu tak pernah peka, itu bukan cinta.
Cinta itu suatu kepekaan.

Lalu kemana angin akan membawa kata-kata cintamu untuk aku dulu?
Aku tau kemana sekarang, adalah kearah yang lain..
Mungkin aku bukan cukup untukmu.


Nilailah serendah-rendahnya dirimu bagaimana kamu dalam posisi berdiri untuk melihat kebawah tanah..
Capailah setinggi-tingginya asamu layaknya kamu berada dalam sebuah jurang dan menatap langit..
Karena selama mentari memiliki sinar untuk mempelitakan cakrawala,
selama itu impian kita adalah suatu genggaman ringan yang bisa di acungkan untuk setinggi mungkin..
-anh-

Saya tau saya siapa..
Saya tau saya apa..
Saya tau gimana saya..
Saya tau bagaimana saya..
Saya tau mengapa saya..

Setidaknya saya adalah saya,
bukan berpura-pura menjadi hal yang baik dengan sebuah keterpaksaan..
Bukan yang mudah berubah sedemikian hingga.

Saya tau saya keras kepala..
Saya tau saya menyusahkan..
Saya tau saya emosional..
Saya tau saya menjengkelkan..

Setidaknya itu saya.
Dan saya belum mau menjadi bukan saya..
Bilamana memang tak berkenan, saya akan menjadi saya..
Penerimaan dari sebuah ketulusanpun tidak akan mengubah bagaimana saya..
Dengan manis, saya akan tersenyum sebagai saya sendiri bukan siapa-siapa..
Karena saya hanya ingin menajdi saya, dengan cara saya..


Pak Pos teroreroret..

Hari ini kudeg-degan
Melangkah di udara
Pak pos membawa berita
Dari yang kudamba

Sepucuk surat yang lama
Warnanya pun putih polos
Bagai bingkisan pertama
Tak sabar kubuka

Satu dua dan tiga
Kumulai membaca
Surat UN SMAku yang pertama
Membikin hatiku berlomba
Seperti melody yang indah
Kata-kata LULUSnya
Surat LULUSku yang lama banget
Membikin hatiku berlomba
Seperti melody yang indah
Kata-kata LULUSnya
padaku

Oh bahagianya aku
Aku lulus terus mulus
Rasanya tak puas hati
Kuulangi lagi

Aamiiinnnn

Selasa, 21 Mei 2013

.

tidak selamanya bohong itu hitam
bohong itu bukan berarti menutupi ketidak baikan saja
bohong bisa putih
jangan menilai suatu kebohongan itu dengan instan
karena tidak semua orang berbohong untuk hal yang buruk


Senin, 20 Mei 2013

Rametuk :(

Tadi gue kelilipan rametuk atulah, :(
Tau rametuk? lalat buah atau lalat kecil yang suka berseliweran di malam hari :(
Padahal guenya lagi diem aja, gangerti kenapa rametuk masuk kemata dengan semena-mena :(
Padahal gue pake kaca mata, tetep aja tu rametuk ngga nyerah buat masuk ke mata gue :(
Rasanya perih banget kaya kemasukan rametuk (ihhh emanggg) :(
Sampe sekarang masih perih :(
Perihnya tahan lama, padahal udah pake air deket kolam (ihhh) :(

Kesimpulan : Rametuk itu binatang pantang menyerah. Dia bunuh diri dengan cara terbang dan masuk kemata. Kaca mata tidak cukup sebagai anti rametuk :(

Cinta tanpa Jawaban



Dia masuk ke dalam kelas dengan terburu-buru, menghampiri bangku dengan nafas sedikit terengah-engah. Nampak setetes dua tetes peluh membasahi sudut kanan rambutnya yang tergerai panjang dengan poni pendek yang tidak beraturan. Membuat dia semakin sempurna. Dengan ekspresi yang begitu suntuk namun tetap saja dia cantik. Aku suka saat-saat itu, bahkan setiap saat memandangi wajahnya. Itulah awal dari semua ini.
Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya aku mengaguminya sejak awal, dan sejak lama. Hanya aku yang tahu. Dan aku tak ingin menampakan perasaan ini ke publik. Aku lebih suka untuk memendam rasa ini, lebih privasi, lebih indah. Biar aku dan Tuhan saja yang tahu bagaimana fanatiknya aku terhadap dia.
Rasa kagum ini begitu cepat berkembang menjadi sesuatu yang lebih, entahlah. Aku tak bisa menghambat ini. Ini natural sekali. Aku mencintainya. Cinta ini datang dari hati lalu ke pikiran dan panca indra. Bukan seketika karena panca indra belaka. Meskipun aku ingin dia tahu, tapi sudahlah. Sikapnya begitu unik, segalanya darinya terasa berbeda dan apa adanya. Kesederhanaan dari senyumannya, dan ia tidak pernah mencari cara untuk menjadi orang lain, tapi ia benar-benar alami. Cinta ini beralasan. Alasan yang kuat. Bahwa aku menyukainya sampai ke akar-akarnya. Dia tidak pernah jelek satu kalipun dimataku.
Berbincang dengannya adalah hal yang selalu aku nantikan, aku merasa nyaman didekatnya. Hal yang patut aku syukuri disaat dia bisa tertawa karena aku, disaat dia senantiasa bercerita. Aku selalu mendengarkannya. Aku selalu ingin merasa penting untuknya, aku ingin ada selalu untuknya. Meskipun dia tak pernah tahu bahwa ada rasa yang besar tulus dibalik semuanya. Tak apalah asalkan dia tak pernah menangis.
Aku benar-benar mencintainya, kekurangannya begitu transparan bagiku. Yang ada hanyalah kelebihannya. Sangat memikat dan menarik hati ini untuk ingin selalu disampingnya. Semakin hari, ini semakin dalam, semakin sakit ketika dia tak ada. Semakin hari, aku merindukannya meskipun setiap hari aku bisa melihatnya dari belakang bangkunya. Aku ingin setiap aku berkedip dan kembali membuka mata adalah senyumannya yang aku lihat. Tawa ruiangnya yang selalu aku ingin dengar. Oh Tuhan dia sepurna. Mengapa kau beri alasan ini untuk aku mencintainya.
Tersirat bahwa aku ingin mengatakan yang sesungguhnya sebelum dia pergi. Sebelum semua terlambat. Sebelum dia tidak akan pernah tahu akan ini. Aku mulai mengubah haluanku, aku akan mengatakannya dengan cara apapun. Dan menerima apapun jawaban darinya. Dua minggu aku mempersiapkan kata-kata ini. Hingga pada akhirnya dan waktu yang tepat. Ketika kami sedang berbincang disore hari disekolah. Aku memulainya, suatu sejarah cinta yang akan abadi.
“Hey coba lihat ini, ini pembukaan cerpen yang aku buat sendiri. Tolong kamu revisi jika ada yang kurang pas oke.“ Aku memberikan secarik kertas yang bertuliskan,


“Kepadamu yang sedang membaca ini, yang lebih indah dari pelangi manapun. Bahkan lebih sempurna dari sabitnya bulan. Oh Tuhan kamu tersenyum, senyum itu yang membuat aku terbang mengudara dan mengembun sebelum kau menyadarkan aku kembali pada dunia nyata. Ternyata spesies bidadari itu tidak hanya ada dalam dongeng fiktif belaka ya. Ternyata gadis maha cantik yang selalu aku kagumi dari awal aku melihatmu, lebih indah dari bidadari langit. Tak pernah habis jika aku ingin terus mengumbar betapa besar kesempurnaan yang kamu miliki. Hanya lautan, langit dan bumi yang bisa menampung semuanya. Aku hanya ingin kamu mengetahui sesuatu. Sesuatu yang aku pendam dan aku kunci rapat-rapat selama ini. Tapi sebelum segalanya terlambat, mungkin ini saatnya. Aku mencintaimu bahkan lebih. Alasannya sangat banyak, karena kamu yang selalu membuatku meraja, mengawang, bahkan meleleh. Hanya disisimu aku terus merasa aman dan terus ingin ada didekatmu walau bagaimanapun caranya.

Aku mengerti. Jika kamu menganggap ini tak logis, tapi inilah sebenar-benarnya rasa yang aku rasakan padamu. Aku tak memintamu untuk membalas. Aku memintamu untuk mengerti. Hanya mengerti bahwa aku jujur sejujurnya padamu.  Lewat tulisan ini, aku mengutarakan apa yang ada sekarang. Mungkin tinta kertas ini bisu. Tapi aku bisa hidupkan mereka untuk memintamu benar percaya bahwa aku merasakan hal yang indah karenamu. Mungkin jika kamu peka, tatap mataku ini. Lihatlah hanya dengan menatapmu, aku bisa melihat dunia lain yang ada pada dirimu. Aku memujamu.

Sekali lagi, jika memang kamu tidak senang atas semua ini. Aku tidak akan pernah menyesal telah mencintaimu. Aku tetap beruntung bisa merasakan keindahanmu lewat semuanya. Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan setelah membaca ini, katakanlah sebenarnya setelah kau membaca ini. Tapi satu yang tidak akan pernah aku mengampuni diriku sendiri, jika karena ini kau menjauhiku dan pergi menghilang. Lebih baik butakan mataku untuk tidak bsa melihatmu tapi kau tidak benar-benar pergi.

Terimakasih atas kesediaanmu membaca ini “

Seketika dia menangis dia melipat kertas itu dan mengembalikannya padaku sembari berkata,
“Indah sekali… andai saja ini nyata. Tak ada yang perlu aku revisi ko. Sempurna, mengharukan sekali.“
Aku menarik nafas panjang, dan menatapnya perlahan dan pasti.
“Ini bukan pengandaian, ini memang nyata. Itu bukan cerpen, tapi sengaja kutulis untukmu. Itu kisah nyata yang aku rasakan padamu.“ Aku mengembalikan kertas itu padanya. Dia hanya menunduk dan diam. Aku meneruskan,
“kamu tak perlu menjawabnya, aku hanya ingin menjelaskan ini. Hehe. Asal kamu tidak pergi, semua baik-baik saja. Asal senyummu masih ada, tidak pernah akan ada masalah. Lihat aku.. mungkin terlalu dini untuk mengatakan aku ingin memilikimu, maka tunggu aku atau kau bisa lihat pembuktianku. Karena nanti ketika aku sudah mencapai tujuan hidupku, hanya kamulah wanita yang akan aku cari.“ Aku tersenyum. Semua memang tak terjawab dengan satu ikatan hubungan, setidaknya semua sudah jelas. Dan dia menangis bukan karena sedih, melainkan telah mengetahui apa yang aku kubur selama ini. Ini indah Tuhan, terimakasih.
                                                          

Posting ini terinspirasi dari sebuah kisah nyata @nidji_syarif .

Selamat pagi..

Hai embun yang menyair secara anggun..
Hai ranah fajar yang muncul dengan optimistik yang kuat..
Hai juga semburat mentari yang terus menghiasi cakrawala pagi..

Selamat pagi semua,
Semoga hari ini adalah tolakan kita untuk meloncat ke arah yang lebih baik dan indah..
Semoga Sang Kuasa masih terus sudi untuk memberi kita petunjuk menuju jalan yang sebenar-benarnya..
Semoga dan pasti Ia tau apa yang kita inginkan,
dan Ia akan melihat seberapa kontras perjuangan dengan keinginan kita..

Hari ini masih panjang, ukir senyummu emanis mungkin untuk masa depan yang kita inginkan..
Hari ini masih panjang, rasakan seluruh panca indramu untuk berjuang dan berpeluh dalam keindahan..
Hari ini masih panjang, nikmati seluruh unsur hidupmu selagi matahari masih ada di atas kepalamu sendiri..

Semua orang pasti ingin merasakan satu rasa, bahagia.
Tapi tidaklah jika segalanya berakhir bahagia itu akan terasa datar.
Nikmati rasa lain yang kita hadapi, yang kita arungi.
karena semuanya adalah nikmat dari-Nya..

Hari esok sebentar lagi, segeralah ambil yang belum kau ambil.
Hari esok sebentar lagi, gerakan seluruh semangatmu untuk menaiki lonjakan tinggi.
Hari esok sebentar lagi, tatap penuh hari indahmu dan tak ada istirahat lagi.
Karena semua manusia memiliki tempat peristirahatan yang sebenar-benarnya.

Seiring aroma wangi teh hangat pagi, seiring itu pula aroma kesuksesan kita menguap.
Apakah kita tak bergetar untuk mengetahui jadi apa kita nanti?
Meskipun waktu yang bisa menjawab, setidaknya kita memiliki pelana waktu.
Semoga adanya kita adalah, manusia yang paling baik disisi-Nya.
Aaminn.

Salam semangat, senyum, sukses untuk kita!!

kita = aku dan seluruh pelajar yang masih menanguhkan harapan pada amplop kelulusan dan seleksi universitas impian.

Minggu, 19 Mei 2013

Masa Abnormal SD



Oke selamat sore, penggemar setia blog gue, pembaca-pembaca yang ngga bisa move on dari blog gue, yang msih overdosis buat pantengin terus blog gue, sekaligus yang ngga ada kerjaan masih aja mau baca blog gue. HAHAHA bercanda kali, jangan emosi dulu ntar yang tembem makin tembem kan berabe juga HIHI .
Lo tau ngga sih masa SD gue? dulu jauh sebelum Twitter bahkan Friendster membungin, bahkan HP aja gue ngga punya dong. Gue itu anak geng waktu di SD jumlahya 4tan gitu, ada @lusyoktaviani, @fitays sama @maudy_erien. Geng kita ngga dikasih nama meskipun dulu geng lain banyak yang punya nama kaya ‘The beautiful” “The power ranger” dan masih banyak lagi yang absurd.
Geng kita rada berjaya sedikit, kemana-mana kita selalu bareng dari mulai jajan ke kantin sampe ke kamar mandi tuh ya wajib 4tan gitu, semberiwing kaya anak bebek. Aktivitas geng kita kalo ngga main monopoli buatan yang kita buat sengaja dari batu ntah gimana bentuknya yang jelas dulu tuh berasa rame-rame aja deh. Sampai ke main The sims nya Erien, nah ini dia akhirnya gue menemukan sisi globalisasi di zaman SD gue, yaitu udah main The Sims, sampe ke yang ke 1 2 3 seri kuliah, seri hewan peliharaan gitu. Meskipun yang main cuma Erien, dan kita cuma nonton. Oke.
Nah kalo pulang sekolah biasanya kita nongkrong sambil ada yang nunggu jemputan gitu, nah kita pernah berantem sama geng cowo di kelas lain, parah banget. Berantemnya sih cuma sebatas omongan aja,
“Apa kamu? berani sama kita?” sambil kita ngelempar makanan jenis ciki yang dalemnya mie jepang itu loh gopean. Kita lempar dan injek sendiri ciki itu. Meskipun sebenernya miris banget kan lumayan gope zaman dulu tuh bisa dapet permen 5 seutuhnya. Ngga ngerti ngapain juga kita kaya gitu, ya biar ada efek jagoannya juga meskipun geng cowo itu akhirnya pergi. Bukan takut tapi gangewaro kita. Oke.
Kadang kalo si Lusy sama Erien udah dapet jemputan, saatya gue sama Vita yang pulang sekolah pake sepedah karena rumah kita deket. Kita suka sosoan ekspedisi, dengan pulang jalan kuburan deket sekolah. Apalagi kalo sore-sore, kuburannya deket rumah warga, itu emang kuburan beneran tapi ko warganya bisa semena-mena gitu nginjek kuburan, ngedudukin, bahkan ada yang ngejemur di atasnya -,- ini kuburan apa coba.
Nah emang tegang banget, kita sering ngelewatin rumah aneh soalnya pemiliknya jualan batok kelapa yang dijadiin areng gitu (lah apa anehnya). Ada mitos juga sih  katanya batoknya batok kepala manusia hahaha kita percaya, kita takut, tapi kita juga yang ngga pernah kapok lewat situ.
Kalo emang hujan kita suka tersisihkan sama alam, kita jalan dipinggir dicipratin sama mobil-mobil jemputan elit dari sekolah lain gitu, terus anak-anak di dalem mobilnya nyorakin kita -,- sedih juga dipikir-pikir tapi dulu ya polos lah.
Ah polos bangetlah, banyak mitos parah yang kita percaya, kaya mister gepeng hahaha.

Pokoknya zaman SD kita tuh lebih natural kealam, jiwa anak-anak, jauh dari tekhnologi deh. Gue bersyukur masih bisa ngerasain itu. Yang pacaran cuma satu dua itupun sembunyi-sembunyi. Kalo sekarang udah gawat banget. Ngga ada lagi dimensi anak-anak yang natural, yang bener-bener punya karakter sendiri. Sekarang anak-anak kecil pada maksain karakter mereka demi tuntutan globalisasi. Kasian juga. Padahal masa anak-anak itu mempunyai edukasi yang berarti untuk masa depan. dulu kalo berantem ya nangis, boro-boro update status nyindir ini itu, ki
Kepolosan kita itu bener-bener kerasa dan murni banget, ngga ada galau sama lagu cinta deh yang ada tikus makan sabun hahaha. Untung gue dilahirkan pada masa yang sebenarnya, bukan sekarang yang sedikit maksa dan palsu di kalangan SD.
Masa kanak-kanak itu kaya sistem imun loh, hiburan banget yang jarang dialamin.
Semoga zaman ngga semakin jahat sama anak SD sekarang. Miris gue, dulu penjual jangkrik laku keras, sekarang teralihkan sama pulsa L. Dulu tukang burung sama ayam warna-warni juga sejahtera, sekarang malah pada sibuk ke media sosial..
Kayanya orang pedalaman masih harus bersyukur deh, mereka masih mempertahankan budaya naturalnya. Kalo gini terus, banyak kejenuhan-kejenuhan yang nyusahin. Banyak energi yang kebuang percuma.
Coba mending boy-boyan atau main tab. Dulu olahraga tuh emang ngga sengaja kita lakuin, sekarang wah jarang. Malah otak lebih dini dipake buat hal yang Cuma bertittle modern -,- kalo kita dulu, otak ya dipake belajar sisanya kita seneng-seneng banget.
Hidup anak SD masa lalu!!

Sabtu, 18 Mei 2013

Malam Minggu Aida

Alisnya tebel...
Bibirnya tipis..
Kulitnya coklat rada kontras (?)..
Jalannya khas ( tetep pake kaki da)..
Motornya beat putih..
Absen 21 (dulu pas masih SMA)..
23 November 1995.
Badminton maniak, putsalnistik (?), Sahabat Arsenal (puguh da Peterpan), Jaerners ( suka makan ikan )
pendengar yang baik, penasihat yang bijak, penggombal sejati, pengingat shalat terakurat.
Manis... kaya chocolatos atau coki-coki (?)
Bodor kaya Bopak (?)
Bawel kaya Jaer -,-
Siapa sih? so kenal banget ya.
yaiya kenal, siapa lagi..
Fikri Luthfi Taqiyyuddin. Blog harus tau dia.
dia itu.... saya. apa coba? bisa meureun nebak.
dia sayang saya, saya sayang dia.
dia cinta saya, saya cinta dia.
dia memprioritaskan saya selalu nomer 1 sesuai absen saya (?)
dia pintar menyikapi saya.
dia selalu minta maaf meskipun dia ngga salah.
dia gentlemen aseli.. gentlemen banget.
ya gitu.. malam minggu ini saya deskripsiin aja mengenai dia.
meskipun ngga cukup, garagara kebanyakan.
dia sabar.
dia kaka yang baik ko, meskipun pasti ada kekurangan tapi kita bangun kekurangan masing-masing buat suatu kemajuan.
beda visi misi, tapi satu tujuan.
aamiin.
segitu dulu nanti dilanjut :)

Tentang Modem Gue



Oke.. gue jelasin kenapa harus posting ini.
Modem gue... sekarang berubah jadi horor  :‘( 
(bukan jadi pocong sih) 
 
Setelah berminggu-minggu ga diisi pulsa, lalu gue beli pulsa dan langsung maketin data 2giga perbulan 50ribu (harus bgt ini disebutin bro penting, bisa jadi dengan gue promo bakrie bakal ngasih laptop hihi). Lantas tu pulsa modem jadi 56ribu, 5 menit kemudian jadi 49700. 
APAH? Gue ngga make buat apa-apa ko ngurangin. Oke gue maklum mungkin itu modem berjenis jantan jd pengen smsan sama modem betina tetangga (?) otomatis kan gue harus beli banget pulsa 1000 buat jadi 50000 dan bisa maketin.
 Setelah gue sms langganan pulsa termurah terbaik, tercepat, terakurat, terakreditasi A ( ?) @annisaderindy. Taramtammm pulsa udah nyampe dan saldonya malah jadi 49300 aaaaaa sejak kapan isi pulsa ko malah ngurangin bukan nambahin T.T gue tetep tenang toh cuma 1000 kan tapi tetep ngenes sih (da lumayan buat beli basreng bumbu keju) langsung gue calling lagi langganan pulsa dan beli lagi yang 1000 dan jengjeng (harus banget ini ada efek themesong jengjeng biar kaya film action yang lagi usum -,-) nyampe deh dan pulsanya jadi 49100 kriiik cukup-cukup gue udah frustasi. 
Ini siapa yang salah atulah.. tapi kan gue cewe strong pantang mundur sedikit maju, nah gue pindahin kartunya ke HP babeh, lalu beli pulsa 1000 untuk ketiga kalinya (pemborosan, harusnya ya beli langsung aja yang 5000 tueweew lumayan kan sebasoeun :( ) pulsanya lama nyampe mungkin emang operator kewalahan masukin pulsa 1000 dari tadi ya (atau cape beli yang 1000 mulu).. hmm malu juga gue sama operator.
Langsung pulsanya jadi 50100 horeeeeeee !! langsung gue paket dan bisa…. Aaaaaaa seneng banget lah (padahal suatu hal yang biasa meureun -,-)
Langsung bisa internetan, posting sampe pinter hehehe.
Ehh koneksi nya macam mollusca -,- ( mollusca itu siput) ya gue kipasin pake karton ( modem itu macam sate, semakin dikipasin semakin mateng) sinyalnya rada oke. Langsung babeh liat gue lagi kipas modem.
Gue kira dia bakal bilang,
“Ngapain Da ngipasin modem? aneh-aneh aja kuno banget pemikirannya“

Tapi fakta dan realitanya....

“Cape-cape pake kertas, ambil aja tuh kipas angin yang kecil biar ampuh“ itu emang serius bukan ngeledek atau apapun.. hening..
Membayangkan gue dengan muka datar bete kesel sama Bakrie (pengusaha yang merealisasikan modem yang gue pake) megang kipas angin buat ngipasin modem, buat ningkatin sinyal (?) antara kebodohan atau emang keunikan. Tipis.. 
#apasalahBakrie