Minggu, 26 Mei 2013

LULUUUUSSSS !!!!!

Kalo gue dijadikan kepala sekolah dan diberi kesempatan buat ngasih sambutan kelulusan di buku kenangan kelas 3,
Gini jadinya...
"Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakattuh.
Anak-anakku yang gimana yah, bangga sih pasti.. sayangi sih iya dong.. cintai? Wah itu hanya untuk suami saya saja. Hehe.denger-denger kalian lulus 100 persen ya? Wahh tumben? Ngga ketang. Saya buanggaaa sekali ternyata kalian kompak ya, masuk gerbang MOSB bareng keluar bawa ijasah SMA juga bareng. Tepuk tangan 4 kaki 5 tangan buat ananda (gimana caranya).
Nilai? Mau tau banget banget sampe menggeliat pengen tau? Emang penting ? menurut saya itu hanya formalitas, dilihat dari proses UN nya lulus juga keajaiban kan ? heheh saya disini membicarakan makhluk-mahkluk seperti saya muda dulu, ya malas… ya tidak serius.. tapi sering berdo’a. untuk makhluk yang tidak diragukan lagi kemampuan akademiknya jangan kesindir yaa. Saya tidak menyinggung kalian, tapi memuja kepintaran kalian kok. Hehe.
Untuk makhluk seperti saya muda dulu, jangan bangga memiliki nilai bagus. Karena itu suatu kebetulan kan (rasisme ya). Jangan malu mempunyai nilai kecil, toh ngga semuanya diberuntungkan oleh yang Maha Kuasa kan. Woles aja and keep loving Yellow guys (loh ?). yang nilai gede bukan jaminan lolos SNMPTN dan sukses jadi milyader lalu menjadi penguasa dunia ( ?) yang nilai kecil juga tidak selamanya berada pada nasibnya yang minus keberuntungan. Guys semua bukan karena nilai UN tapi lebih kepada proses, do’a, dan yang nyeleksi kita di PTN. Jadi ngga ada jaminan buat sukses atau gagal, jaminan kalian satu-satunya adalah berjuang berdo’a.
Sekarang waktunya sedih-sedihan. Dadahhh kalian, akhirnya saya tidak akan melihat kalian lagi disekolah saya, akhirnya sekolah saya plong untuk sementara waktu. Akhirnya meja, bangku, papan tulis, kelas menjadi milik sekolah saya lagi. Tapi…. Sebenarnya saya sedih loh. Dengan kalian sekolah ini masih berdiri sampai sekarang, dengan kelakuan kalian, menuai prestasi, menyumbangkan keringat, bersedia menta’ati peraturan selama ini, menjaga sekolah kita, membumingkan sekolah kita.. usaha kalian akhirnya berujung disini rupanya. Berujung manis tepatnya.
Saya tidak pernah rela untuk melepas kalian, tapi waktu dan masa depan kalian lah yang memaksa saya untuk ini. Saya hanya bisa mendo’akan yang terbaik untuk impian kalian, jaga almamater mu nak. Karena sekolah ini adalah saksi bisu yang melihat perjalanan dan masa kenangan putih abu kalian semua, jangan lupakan gedung sekolah yang apa adanya ini beserta isinya.. setiap spot-spot tempat yang pernah kalian singgahi, lewati bahkan nikmati.
Saya yakin sekolah ini sedikitnya telah banyak ada di memori kalian.. semoga kalian selalu ingat pada sekolah ini. Terutama dengan tenaga pendidiknya, para guru.. saya sebagai guru juga tak henti bersyukur atas keberhasilan kalian semua, maafkan kami atas prilaku kami yang selama ini membuat kalan tidak nyaman. Kami tersenyum puas dan bangga melihat kalian, sekaligus menangis untuk melepas kalian pergi dari sekolah ini. Karena kalian lah yang akan kami rindukan setiap saat. Kalian lah yang kami khawatirkan akan melupakan kami. Kami hanya bisa melakukan ini, kami hanya bisa menjalankan kewajiban kami kepada kalian sebagai orang tua kedua kalian..
Jaga dirimu nak. Kelak jalan suksesmu kedepan semakin terjal, kuatkanlah akhlak dan imanmu nak. Berjanjilah untuk terus mengingat kami disini sebagai pengasuhmu dulu.. semoga apa yang kami ajarkan bisa berguna untukmu kelak. Amalkanlah apa yang kamu punya selama 3 tahun ini. Sang Pencipta senantiasa akan melindungi kalian semua..
God bless you all. Saatnya melambaikan tangan pada kami, masa putih abu kalian..
Beranjaklah dari sini untuk diam di tempat yang lebih baik dan berhasil dari sekarang nak.. saya selalu ada di hati kalian muaaah.“

Wahhhhh parah ka?
1.      Ngabisin tempat tu buku.. bisa 2 lembareun -,-
2.      Konyol, mana wibawanya atulah ?
3.      Jadis gue cocok ga jadi kepala sekolah ?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar