RAHASIA
PULAU TERORIS
Di sebuah kota bernama
Hinorima, terdapat suatu sekolah yang popular setara dengan SMA, sekolah itu
bernama Bina Siswa di sekolah elit itu terdapat sekumpulan geng yang bernama “
Bukan Teroris” beranggotakan 4 orang yaitu :
Sharon, gadis paling
cantik di kelompok ini merupakan pemimpin. Dia bersifat imajinatif, sangat
penasaran akan sebuah misteri, paling modis dan anggun juga pandai membaca
pikiran orang walau sebenarnya ia hanya menebak dan lebih tepatnya so tau.
Jessie, gadis sangat
tomboy ini merupakan mascot dari geng ini karena ia selalu berhasil mengungkap
masalah yang sangat rahasia sekalipun. Dia sangat ahli dalam soal teknologi.
Baron, lelaki yang
berkaca mata ini pintar tiada tara, dia sangat tahu bagaimana menyelesaikan masalah
yang rumit, sayangnya wajahnya minus atau mendekati fase standar.
Yuki, lelaki yang cukup
tampan ini sangat pendiam namun aktif dan antusias sekali dalam misi geng ini.
Dia yang paling handal dalam mencari alasan atau berbohong.
Geng “ Bukan Teroris “
ini merupakan geng yang cukup pupuler di sekolah, banyak anggapan siswa sekolah
yang menganggap geng ini sangat tidak jelas dan aneh, namun nyatanya geng ini
sungguh luar biasa, disamping mereka sering menciptakan karya ilmiah yang
bagus, mereka juga sangat antusias terhadap kasus terorisme yang akhir-akhir
ini melunjak, geng ini bernama seperti itu karena dulunya mereka sangat
terlihat misterius sekali dan mencurigakan sehingga warga sekolah menuduh
mereka teroris dan mereka sangat menyangkal itu semua.
Siang itu saat sedang
istirahat, Yuki datang tiba-tiba ketika 3 anggota yang lainnya sedang mangap
memasukan makanannya,
“ Kawan !! ada Kabar
Panas !! sekolah kita mendapatkan terror ancaman bom lewat telefon misteriu “
ujarnya sangat antusias
Sharon yang sedang asik
ngupil tidak kaget mendengarnya malah menjawab,
“ halahh itu paling
dari orang yang kurang kerjaan atau kelebihan pulsa saja jadinya begitu! “
“ bagaimana kalo si
penelepon misterius itu ternyata memang serius? Dan bom benar-benar meledak”
balas Yuki was-was. Setelah mereka berdiskusi secara diam-diam di meja kantin..
“ Jadi kesimpulannya
apa?” dengan polos Jessie berkata seperti itu. Tidak ada yang menjawab semua
diam dan berekspresi kesal pada Jessie!
“ jadi apakah
pembicaraan kita yang cukup panjang tadi kau sama sekali tidak mengerti
Jessie?” ujar Baron datar. Jessie hanya menggeleng-gelengkan kepala saja dan
berkata,
“ bisakah kau menjelaskan semua dengan rumus ? “
seketika Baron ambruk tak berdaya seolah-olah tak sanggup menghadapi kenyataan
bahwa temannya yang satu ini sangat bodoh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar