Minggu, 13 Oktober 2013

apa yang kalian rasakan,
ketika apa yang orang perspektifkan terhadap kita,
ketika orang lain memantulkan cerminan dari sifat kita adalah bukan kita..
bagaimana rasanya,
jika perspektif itu terlalu tinggi atau rendah..
apa yang bisa kalian lakukan,
tidak mungkin kita memperspektifkan diri kita sendiri seperti apa bukan,
karena kita adalah yang dilihat orang lain..
tapi apakah kita pernah puas dengan itu?
bagaimana menyesuaikan cerminan itu dengan apa yang sebenarnya..
bagaimana menunjukan yang benar-benar kita sehingga orang lain menjadi cermin yang pas buat kita,
lalu apakabar dengan pernyataan yang teruji kebenarannya bahwa setiap manusia tercipta atas perspektif yang berbeda-beda..
apakah kita pernah merasa tidak nyaman dengan keberagaman itu?
apakah kita pernah berada dalam situasi yang serba salah?
lalu apa jadinya jika manusia diciptakan seirama?
bukankah tidak ada kemajuan yang berarti,
bukankah intropeksi kita akan terbatas jadinya?
lalu intropeksi seperti apa yang baik adanya, jika kita menerima perspektif yang berbeda dan saling bertolak belakang?
yah.. semoga suatu hari para psikolog atau filusuf ternama bisa menjawab disini :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar