ada kalanya, kita jatuh tersungkur dengan apa yang sebelumnya membahagiakan kita.
ada kalanya kita terbang tinggi dengan apa yang sebelumnya membuat kita terpuruk.
bahagia dan terpuruk itu tipis.
mereka saling berkaitan dan berhubungan baik.
seperti sebuah kertas kering yang dihanyutkan di sungai, entah berapa lama ia bertahan dalam kekeringan sebelum akhirnya ia basah dan tenggelam?
kita memang diberi kesempatan untuk memilih salah satu dari mereka, atau sekaligus keduanya.
tapi terkadang kesempatan itu angin lalu yang membuat kita dipaksa oleh keadaan dan akhirnya tidak bisa lagi memilih.
kita hanya bisa menerima tanpa penolakan,
dan mungkin saat keadaan itu tiba, kita hanya merasakan hambar atau sakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar