‘‘ Daddy, no matter where I go in life. How much time I spend with
guys. And love my boyfriend. You will always be My Number One Man “
Ayahku
bukan dokter, tapi seketika ia bisa menjadi spesialis jika anaknya sakit.
Ayahku bukan pelawak, tapi dia
akan berusaha untuk membuat kami tertawa.
Ayahku bukan super hero, tapi ia
selalu menolong kami tanpa lelah.
Ayahku tak sepintar guru, tapi ia
selalu mengajarkan apa yang kami tidak tau.
Ayahku bukan presiden, tapi ia
berhasil membuat negaranya sendiri.
Ayahku bukan polisi, tapi ia
selalu membuat kami aman.
Kami mencintainya, dengan semua
kebanggaan kami padanya. Atas dasar peluh dan tenaga yang selalu ia berikan,
kami merasa kecil dihadapannya. Kami merasa tak pernah kami menunjukkan siapa
anak ayah sebenarnya. Kami selalu ingin memperlihatkan bahwa kami anak ayah,
kami bisa menjadi luar biasa atas segala didikan ayah.
Tapi kami masih belum sempat
seperti itu, kami masih dalam proses. Tapi kami berharap semoga masih banyak
waktu dan kesempatan agar ayah bisa melihat kami. Suatu hari akan kami hentikan keringat ayah
untuk kami, akan kami balikan semuanya. Saatnya kami untuk membayar segalanya,
saatnya ayah kami hanya duduk manis seperti kami sekarang.
Satu-satunya pria paling hebat
yang diciptakan Allah ialah dia.
Idola kami, inspirasi kami, dan
pemimpin kami semua.
We Love you with all our
pleasure..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar