gue cinta hidup gue..
apapun itu gue punya hidup sendiri..
setiap orang juga punya hidup masing-masing kan..
kelemahan-kelebihan pastinya ada di kehidupan masing-masing..
gue pengen menilai hidup gue sendiri, gue pengen ngerangkai hidup gue sendiri.
ngga ada yang tau sejauh mana menara hidup gue terbangun..
ngga ada yang tau juga kapan menara itu pernah roboh seketika..
semua hanya tersimpan dalam hati dan otak gue..
sampai suatu ketika menara itu bisa jadi istana, gue ngga mau orang tau gimana caranya gimana prosesnya..
biarin gue nyaman dengan hidup gue sendiri..
biarin gue ngga nerima siapapun dalam hidup gue sendiri..
karena ngga ada orang yang bener-bener tau gimana jalan pikiran gue.
gue sendiri juga terkadang bingung, pikiran gue kadang melayang jauh menembus akal nalar, bisa juga pendek sependek gang kecil, tapi gue hanya gue.
cuma gue yang bisa mengendalikan hidup gue,
karena campur tangan orang ain pun tak banyak membantu..
teralu banyak rahasia yang gue simpen dan pendem sendiri,
terlalu sibuk gue mengumpulkan energi buat menjaga semuanya,
tapi gue ya gue.
gue juga ngga jarang berbagi, gue juga sangat peduli bagaimana hidup diluar menara gue sendiri,
tapi gue punya batasan, gue ngga mau terlalu jauh ikut campur sama menara orang lain karena gue yakin setiap orang punya gembok sendiri, gue ngga mau ribet buka gemboknya gimana.
yang gue lakukan hanyalah memantau dari luar gerbangnya aja, dan menjaga gembok gue sendiri..
karena ngga setiap orang menginginkan gemboknya terbuka bukan.
meskipun banyak orang yang rela membagi gemboknya dan membangun menaranya sama-sama..
tapi gue bukan orang yang seperti itu, gue bukan egois..
hanya saja gue mau mengajak orang untuk bahagia di atas menara yang udah jadi istana..
gue ngga mau melibatkan seorang pun buat susah sama gue,
biar gue yang nengung hidup gue..
biar gue yang tau pahit dan asam prosesnya,
cukup mereka mau mengambil manisnya..
cukup mereka mau menerima gue sebagai orang yang ingin bahagai bersama,
bukan berduka bersama..
ngga ada yang tau mau gue apa, gue kenapa dan gue bisa apa..
karena hidup gue cuma gue yang tau.
sampai suatu saat memang semuanya harus terbagi,
gue rela-rela aja,,
asalkan orang itu adalah orang yang memang gue mau.
untuk sekarang biarin gue asik sendiri jalan pikiran gue kaya gimana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar