A : Apa kamu mencintai saya ?
B : Apa saya harus menjawab itu ?
A : Tentu. Karena saya ingin tau.
B : Apakah kamu belum mengetahui
tentang itu ?
A : Belum, maka dari itu saya
bertanya.
B : Lantas apa kamu tidak melihat ?
bagaimana selama ini saya menjawab pertanyaanmu itu.
A : Saya tidak mengerti.
B : Memang kamu tidak akan pernah
mengerti.
A : Mengapa kamu seperti ini?
B :
Karena selama ini kamu tidak pernah peka, kamu hanya ingin instannya saja tanpa
pernah melihat bagaimana usaha saya untuk
kamu. Dari sekian banyak waktu, baru sekarang kamu bertanya. Lalu kemana saja
kamu selama ini ? apa kabar saya yang terus ingin memperlihatkan segalanya ?
yang ingin membuat kamu mengerti bahwa saya lebih dari sekedar mencintaimu. Tapi
tidak pernah kamu sekalipun merasakan apa yang saya berikan, melihat apa yang saya
tampakkan, mendengar apa yang saya katakan, hanya sekarang setelah dia
menyakitimu kamu baru menyadari adanya aku.
A :
Tapi kamu transparan, kamu ngga pernah mau untuk terus terang dan langsung.
B :
Karena saya masih punya hati, karena saya sangat tau bagaimana isi dari hati
kamu, kamu tidak pernah menyediakan tempat khusus untuk saya. Kamu cuma menganggap
saya angin lalu, yang datang dan pergi tanpa bekas. Saya hanya ingin menjaga
perasaan kamu, saya hanya ingin ketulusan bukan keterpaksaan. Saya hanya
menyediakan hal yang membuat kamu merasa nyaman dan tetap ditempat tidak jauh
sekalipun dari saya. Dan semua sudah jelas, bukan ketulusan yang ada di mata
kamu ketika kamu bertanya seperti itu, karena semua sangat terlambat. Saya
sudah memutuskan untuk mengubur dalam-dalam cinta saya untuk kamu. Karena kamu
hanya membutuhkan saya bukan cinta saya. Jadi jawabannya adalah, tidak. Saya tidak
mencintai kamu lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar