Pagi yang ekstrim karena banyak twit dingin di timeline eh bukan maksudnya mentari nampaknya kalah akan udara dinginnya bung..
siap semangat menerjang petualangan hari ini,
meskipun sedikit mabok melihat tugas PKM ospek bung...
yang mana otak ini musti berputar memikirkan, ide dan penulisan sistematikanya, inilah salah satu bentuk kedewasaan mungkin bung. semangat!!
mau kapan ngerjainnya ? hmmm liat mood aja *gubrak*
mau kemana topik postingan kali ini?
mungkin, sedikit fiksi aja mengenai mengapa suasana pagi berbeda dengan malam?
mungkin ini jelas untuk dijawab atas ilmu mipa.
tapi mengapa burung berkicau riang hanya di pagi hari?
padahal ketika malam tiba, atau minimal magrib menjelang, apakah memang burung sama seperti manusia melakukan aktivitas menonton tv, atau membaca?
mungkin burung pun sama dan tau, mereka lahir atas matahari, ketika matahari tiada mereka meringkuk bersama keluarganya anak-anaknya. ini burung yang berkicau riang dipagi hari loh ya.
memang banyak hukum alam dan rimba yang belum sepenuhnya disadari oleh saya,
tapi saya belum pernah melihat ketika burung melakukan hal yang ceroboh seperti terbang menabrak pohon, terpeleset ketika hinggap. lain halnya dengan manusia yang jelas berakal ketimbang burung.
apa memang burung tersetting untuk tidak ceroboh?
burung mati setau saya gara-gara pemangsa, tertembak, sakit dll tidak pernah ada burung sengaja mati dengan menjatuhkan dirinya dari langit.. tidak ada..
sedangkan manusia? tercipta tanpa sayap tapi masih saja memfasilitasi dirinya untuk naik ketempat tinggi seperti gedung dan tower dan mereka menjatuhkan dirinya sendiri..
apa mereka tidak malu terhadap burung? yang jelas-jelas terfasilitasi tapi tidak pernah ada burung menyia-nyiakan sayapnya.
pelajaran dari burung, mereka mengoptimalkan aset yang diberikan Tuhan, bersyukur dan menjalankan apa yang emestinya dijalankan, menaati hukum alam dan rimba yang memang ada.
kebodohan manusia yang paling bodoh adalah mengakhiri hidupnya sendiri, mendahului takdirnya, menjadi Tuhan atas dirinya yang semena-mena memutuskan apa yang terjadi pada dirinya.
hidup itu adalah kesempatan emas, ketika kita sedang dalam keadaaan yang miris, hidup memberi kita peluang untuk mencari jalan keluar,
ketika kita dalam keadaan bahagia, hidup mengajarkan kita bahwa nasib bisa berputar.
hidup adalah hidup, tidak bisa dibeli oleh apapun, hanya sekali bung.. sekali.
itulah mengapa bunuh diri adalah tindakan bodoh sebodoh-bodohnya manusia.
karena setiap makhluk hidup dihadapkan pada masalah, hidup itu masalah tapi hidup itu juga cahaya terang keluar dari masalah.
tidak ada masalah yang sia-sia, yang tiada jalan keluar, semua bisa berujung dengan kata selesai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar