Jumat, 20 Desember 2013

Pernahkah Kau Merindukan Baginda Muhammad?

Assalamu'alaikum wr.wb..
Kembali lagi dengan saya Aida, yang akan selalu menulis apapun, sepenting dan seberharga apapun, sekurang penting dan setidak manfaat mungkin saya tulis.
Rupanya kali ini, tulisan ini akan sangat bermakna.
Selamat menyimak wahai insan yang selalu menimbun mimpi sampai pada akhirnya, timbunan itu menjadi bangunan kokoh masa depan kita :)

Sebuah kesempatan emas, saya bisa membaca buku yang satu ini..

Judul : Menatap Punggung Muhammad
Penulis : Fahd Djibran
Pemilik : M Fasha Rouf kekasih dari Mia Audina
Peminjam : Aida Nur Hidayah kembaran Gita Gutawa
Warna kesukaan peminjam : Kuning
Tebal halaman buku : 162


Mengapa? karena di dalamnya ada sejuta makna, dan terliunan pelajaran. Saya akan membagikan, apa yang saya tangkap kepada kalian semua,
isi buku tersebut adalah satu surat. Surat yang berisi 100 halaman, yang ditulis oleh seorang pria untuk kekasihnya yang bernama Azalea. Surat itu ternyata bercerita, bercerita yang intinya adalah permohonan maaf dari pria itu kepada Azalea. Kenapa meminta maaf? karena ia meninggalkan Azalea selama 2 tahun tanpa jejak dan kabar, tidak lain dan tidak bukan demi sebuah pencarian dan penemuan. Pria ini mendapat mimpi, mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, yang menarik disini ialah pria itu seorang non muslim. Mimpi itu mengisahkan bahwa Nabi menemui dirinya di suatu padang pasir, dan menanyakan sebanyak 2x "Apakah yang lebih besar daripada iman?" pria itu menjawab "Aku tidak tahu" yang selanjutnya Nabi menyuguhkannya ia minum, dan memberi jawaban "kebaikan" lalu Nabi pergi dan menghilang. Dan sang pria hanya bisa melihat punggungnya saja yang semakin lama semakin menjauh.
Pria ini mempunyai naluri yang kuat bahwa itu Nabi Muhammad, wajahnya sangat tampan dan bercahaya, namun tidak menyilaukan. Pria itu begitu yakin, sejak saat itu ia berusaha mengenal Nabi Muhammad lebih dalam, cerita mengenai Nabi yang disampaikan dari berbagai referensi buku yang dibacanya.

Subhanallah sekali :'
saya jadi ikut merindukan sosok Nabi Muhammad, setiap kali shalat saya mengucapkan namanya, namun adakah hati ini ingin sekali bertemu dengannya meskipun dalam mimpi?
saya merasa jauh, jauh dan cenderung tidak mengingatnya..
saya jadi malu sama pria di dalam buku itu, yang begitu mau mengenal baginda Nabi, sedangkan saya? ya Allah :(
fantasi saya terhadap Nabi adalah seorang pria yang gagah, tampan dan nyaris sempurna sehingga dikatakan sebagai kekasih Allah.
Tapi saya tidak pernah seniat pria itu, yang membaca banyak referensi mengenai biografi baginda.. banyak kisah Nabi yang baru saya ketahui lewat buku itu yang membuat saya takjub dan berani mencintai Nabi.. merindukan Nabi Muhammad.
Andai beliau masih ada, dan mengetuk intu rumah, seperti yang tertera di akhir buku itu, apa yang akan saya lakukan?
apakah saya akan mempersilahkan beliau masuk dan menyembunyikan novel-novel fiksi anak remaja, mematikan acara televisi yang cenderung foya-foya dan segera memakain mukena dan mengambil al-quran?
saya malu jika baginda datang :( entahlah..

Tahukah kamu? Nabi Muhammad sangat mulia, kisahnya yang bisa memancing air mata mampu menyadarkan segalanya..

Dari halaman 37-67 itu mampu membuat saya meneteskan haru :'
sehingga saya tidak sanggup menceritakan kembali, terlalu luar biasa..
Jika kamu terlalu penasaran, hubungi saya, kelak saya akan mencoba langsung menceritakan :D







Tidak ada komentar:

Posting Komentar