Sabtu, 14 Desember 2013

Bukankah manusia selalu tercipta atas dirinya masing-masing, bukan sebagai orang lain.
Bangga terhdapa diri sendiri itu hal yang patut dibiasakan.
Membanggakan orang lain itu mudah, membanggakan diri sendiri itu yang tabu.
Bangga terhadap diri, bukanlah dengan  mengeksplore siapa saya dimana-ana dengan obralan kata tanpa diskon,
tapi menancap pada hati, bahwa saya bangga karena saya bisa, karena saya adalah saya yang tidak ada yang menyamakan, saya adalah sesuatu untuk orang lain.
Menyadari potensi diri itu, bisa menimbulkan kepercayaan diri.
Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, karena tidak pernah ada yang tahu bila sisi hitamnya orang lain adalah sisi putihnya saya. Begitupun sebaliknya.
Jadi apa alasan untuk merendahkan diri sendiri?
Setiap orang diciptakan berbeda-beda, bagaimana kita bisa menilai orang lain apabila kita sendiri tidak sepenuhya tahu apa kekurangan diri sendiri. Yang pasti, kekurangan itu bukan alasan. Lumrah sekali manusia memiliki kekurangan, coba tunjukkan siapa orang yang selalu menilai orang lain rendah dan buruk? itu hal paling bodoh, karena sesungguhnya dia meneriaki dirinya sendiri. Kita tidak punya hak utuk merendahkan orang lain, kita ditakdirkan sama rata sebagai Makhluk Tuhan Paling Mulia yang diberikan akal dan pikiran yang berbeda-beda.
Dengan timbulnya rasa bangga, niscaya kita bisa membiasakan untuk menghargai, dengan budaya menghargai atau apresiatif, kita akan mudah sekali untuk dihargai, dan bagaimana rasanya dihargai itu? luar biasa, seperti semakin hidup dan berarti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar