Selamat pagi Bandung..
Membicarakan cinta bagai pasir pantai yang tidak pernah kandas dimakan ombak, ada yang memilih menjadi pasir yakni yang bertahan dan tetap ada walau banyak sekali yang menginjak dan menghabiskannya. Ada pula yang menjadi ombak, yang tidak pernah berhenti menggerus, dan menerjang dengan skala lembut maupun kasar. Lalu dimanakah posisi anda kini?
Yang sudah menjadi pasir, apakah anda akan tetap bertahan dengan kekuatan anda? dan yang menjadi ombak mau sampai kapan akan seperti itu? apa mau dikata cinta itu melankolis..
Ombak dan pasir sama-sama akan tetap bersikeras seperti itu, dan keadaan itulah yang membuat pantai indah. bayangkan ketika pantai harus kehilangan salah satu dari mereka. Cinta itu memang mutlak dengan unsur seperti itu, tapi kita bisa memilih mau menjadi yang mana. Mencoba yang mana, bahkan menetap disalah satunya.
Sudah sampai mana petualangan cinta anda? apakah sudah ada di level terbaik dan tertinggi atau masih dalam tahap yang statis? nikmatilah, pembelajaran memang lebih banyak diserap saat kita tidak sadar bahwa kita sedang belajar bukan. Dan jarang kita sadar pernah belajar ketika kita tersakiti bukan. Ketika anda mendalami dunia cinta, segala aspek akan banyak terbantu. Dengan cinta kita bisa belajar merasakan bukan hanya ingin dirasakan, kita belajar untuk melihat yang tidak nampak, belajar bagaimana menterjemahkan sikap yang tidak diperlihatkan, kita bisa mengartikan sesuatu lebih luas lagi. Tidak perlu menjadi pakar, untuk mengerti tentang cinta. Bayi yang baru lahir saja sudah bisa mendapat dan memberi cinta bukan? sederhana saja, tidak rumit.
Dicintai dan mencitai, lumrah sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar