Bandung dari lantai 7 Pasar Baru, make kamera BB yang burek nggak ketulungan tapi bersyukur ketang, siapapun anda pembaca blog ini yang mau jadi donatur SLR untuk Aida hubungi saja saya di @aidanurhidayah1 atau instagram @aidannh wkwkwkwkkw.
dan di tengah hiruk pikuk Pasar Baru, kerap kali kita melupakan sosok-sosok yang sebenarnya sangat berjasa, siapa mereka?
mereka adalah ojeg payung di sekitar gedung Pasar Baru, itu sebenernya gelap banget fotonya makanya gue kontrasin sampe full alhasil efeknya ko kaya siang-siang (?) intinya itu sebenernya hujan deras banget. Mereka lah pejuang-pejuang pinggir kota Bandung, alangkah mulia pekerjaan mereka sesungguhnya mereka adalah sosok yang sering diabaikan. Dibanding pengemis gue lebih mengapresiasi mereka, mereka senantiasa menawarkan payung untuk orang-orang, padahal mereka sendiri kehujanan. Mungkin memang demi memperjuangkan rupiah dan keluarganya, mereka rela seperti itu. Lalu renungkanlah, megahnya Bandung tak luput dari sosok-sosok kecil seperti mereka. Apakabar kita semua yang selalu di beri keteduhan tanpa susah payah? masihkah kita bersyukur atau sudah terlalu kufur nikmat, adakah kita menikmati perihnya air hujan seperti mereka demi mendapatkan 5000 saja? rasanya tidak. Tanpa meminta pun kita sudah diberi uang, uang yang datang menghampiri kita dengan sangat instan. Pikirkanlah posisi orang kecil itu, tidak menutup kemungkinan roda berputar, adakalanya kita akan merasakan seperti itu walaupun dengan keadaan yang tidak sama dengan level yang berbeda. Belajarlah dari posting gue ini, bahwa uang itu ternyata tidak seinstan selama ini, masih banyak mereka.. sang ojeg payung.. yang berteriak mengalahkan bunyi hujan yang deras, dengan keringat yang bercampur dengan air hujan, kedinginan karena payungnya harus ditadahkan agar ada yang mau menggunakan jasa mereka, mengahmpiri pengunjung dan mobil-mobil pinggir jalan. Terkadang kita melupakan sepenting apa mereka, keberadaan mereka masih kurang dianggap, gue sedih ketika cuma bisa motoin mereka secara diam-diam. Gue sendiri yang mematung ngeliat teriakan mereka, gue sendiri yang melihat raut wajah lelah mereka saat pengunjung tidak peduli akan mereka, gue yang sendiri pun nggak tau harus gimana, yang jelas Tuhan mentakdirkan manusia secara adil. Gue yakin mereka semua pasti menemukan kebahagiaan mereka masing-masing. Thank's ya pak ojeg payung, yang udah buat gue sadar. Bahwa kesedihan gue, kesepian gue hari ini nggak ada artinya dan cuma secuil dari perjuangan kalian semua..:)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar