Sabtu, 21 September 2013

bagaimana susunan abjad yang baik, untuk menuliskan segalanya.
hati dan fikiran ini bertolak belakang.
antara jujur atau tetap berpura-pura..
apa adanya atau ada apanya,
bagaimana bisa..
sementara mereka seperti dua kutub yang berbeda,
sehingga semuanya akan tetap tersembunyi secara baik-baik saja.
tapi ini akan menjadi bom waktu, jika tidak dihentikan secara tegas.
bagaimana bisa..
logika dan perasaan masih saja mencari titik temu,
tapi naluri meledak-ledak untuk meluruskan semuanya,
nurani pun sama untuk tetap menjaga perasaan..
bagaimana bisa ini dilanjutkan dengan seperti ini terus,
sedangkan hati ini hambar.. sudah terlalu dingin untuk mengulang lagi.
entah kau mengerti atau menyalah artikan..
entah kau menerima atau menyangkal kenyataan..
entah aku yang keji atau perasaan yang apa adanya yang memang ini yang dirasakan..
entah kau masih memaksakan kenyataan atau menerima,
dengan seribu kesalahan, aku mengerti..
tapi lagi-lagi aku mengerti, bahwa memang yg aku lakukan ini benar.
mengikuti alur kata hati dan perasaan,
meskipun harus menerima pernyataan menyedihkan,
meskipun lancang aku menulis ini, tanpa lagi memikirkan apa yang sudah kau korbankan..
bagaimana bisa
jika aku terus memikirkan semua ambisi yang ada tanpa perasaan yang sama..
bagaimana bisa
aku harus melawan dilema,
membuat tulisan ini saja aku berdarah-darah,
tapi ini yg harus kuungkap..
lalu bagaimana bisa
aku menjawab jika kau bertanya
kemana perasaan yg dulu?
kemana larinya semua yang telah terjadi?
kemana semua kenangan yang terjalin?
tapi bagaimana bisa
aku menjawab jika memang pada akhirnya hati ini hambar..
bagaimana bisa lagi aku bertahan
aku menyerah untuk masa lalu..
dengan kata iya atau tidak dari mu,
dengan penerimaan atau tolakan dari keluargamu, keluargaku,,
bagaimana bisa aku yang masih rapuh ini
melawan semua tekanan..
tapi aku harus bisa
mempetegas semuanya lagi,
menyilahkan anda untuk berpetualang lagi lebih jauh,
untuk meninggalkan ambisi anda,
karena cinta tak bisa dipaksakan dengan satu hati..
bagaimana bisa aku menampilkan tetesan semua air mata ketika aku menulis ini,
aku tak pernah bisa membayangkan kau membaca ini,
tapi aku harus menulis ini,
tanpa pernah peduli bagaimana sakitnya hatimu?
bukan, tapi justru aku sangat peduli sebelum semuanya terlanjut lebih sakit..
 apakah kau akan menderita dengan ini?
aku percaya semua akan singkat seiring takdir dan kenyataan..
bagaimana bisa kau tidak akan membenciku setelah ini?
aku percaya ketika kau membaca ini logika hati dan perasaanmu akan bersatu,
berfikirlah lagi, aku bukan menyakitimu, justru berhenti sebelum menyakitimu..
bagaimana bisa aku menyikapi keluargamu dan keluargaku?
aku belum siap dengan keluargamu setelah ini, aku bisa menjelaskan untuk keluargaku, tp tidak dengan keluargamu, aku merasa menjadi pembunuh ketika harus mereka tau tulisan ini..
adakah yang mengerti setelah ini?
tolong, bahkan bernafaspun terasa sulit untuk menyelesaikan semua ini..
atas nama kenangan, pengorbanan, pengertian, penjelasan, cintamu ibu ayah adik kaka semuanya,
maafkan semua tulisan dan diri ini...
makilah aku, cacilah aku, bencilah aku, jika kau memang akan seperti itu..
aku tidak akan marah..

1 komentar:

  1. Aaa tulisannya kereeeen, kamu tinggal dimana? Minta tanda tangannya doooong :**

    BalasHapus