Sabtu, 26 Desember 2015
Menjadi single di usia muda *eh salah deh*, menjadi single hampir satu tahun lamanya, membuat gue banyak belajar, bahwa memang benar hidup tak melulu tentang status, bagi sebagian orang termaksud gue, menjadi single itu pilihan. Bukan nggak laku, bukan trauma sama masa lalu, bukan juga pemilih. Tapi tentang prinsip. Prinsip bahwa mereka akan mencintai sepenuh hati terhadap orang yang sah yang jelas, tentang gue, yups. Gue kapok mencintai orang yang belum pasti, gue juga nggak mau buang-buang waktu, gue takut jadi lebih mencintai lawan jenis daripada sang pencipta *aduh maaf kalau so alim, bukan maksud, gue hanya mengutarakan apa yang ada dipikiran gue secara spontan*
Gue belajar banyak selama masa single ini, dan gue ketagihan untuk jadi single. Btw, pernah nggak sih lo goyah dan pengen pacaran lagi? PERNAH, apalagi kalau liat cowo yang alim, yang bertanggung jawab, aduh siapa sih yang nggak mau, tapi kembali lagi, untuk menikah, kayanya gue masih jauh, kayanya gue harus mengenyampingkan urusan demikian demi pendidikan dan keluarga dulu deh. Semua ada masanya, kalau nanti dibilang ‘Lo ntar nggak punya pengalaman hidup’ tenang, Aida yang somplak yang dari smp aja pernah pacaran LDR Bandung-Jogja sama temen SD, Cuma chatting teleponan 2x, dan nggak pernah ketemu, Aida yang menabung mantan, yang pacaran karena kasian, karena nggak enak nolak, yang Cuma 1 hari jadian, dua hari, seminggu, sebulan, 3 bulan, sampai kepada serius dikit itu udah pernah gue alamin, segalanya tentang drama percintaan, ngeceng dikeceng, jadian, ditembak, dikasih bunga, coklat, jalan, nonton, sakit hati, nangis, diselingkuhin, ditikung, mutusin, diputusin, harkosin, diharkosin, semua udah kenyang. Dan gue bisa bilang, lebih enak single bro, serius... meskipun seorang single itu pasti bingung kalau ada film rame, di bioskop, dia mau ngajak siapa. Masa iya yang sejenis mulu, meskipun kadang seorang single rindu untuk berbagi cerita kehidupannya, mengeluhkan masalahnya, manja, dan lainnya. Tapi kalau kita inget tujuan hidup dan agama, kita akan merasa lebih nyaman menjadi single. Percaya, semua indah pada waktunya, gue lelah nemu orang yang salah, mungkin dengan gue menjadi single yang lama, akan dibalas dengan pangeran berkuda putih atau cowo korea versi alim, yang akan menemukan gue dan membawa gue pergi pada waktunya.
Jangan menyiksa diri dengan status, semua ada prinsipnya, its oke kalo lo beda pemikiran sama gue, semua orang punya satu nafasnya masing-masing kan. Yang gue Cuma pengen share, menjadi single tidak terlalu buruk, bahagia loh ketika lo bebas dari drama kehidupan, meskipun suka miris kalo liat temen update sama pacarnya dimana-mana, hahaha tapi kembali lagi, lo punya kegiatan yang lebih penting. Pemikiran udah saatnya maju ke depan, jangan stuck. Mau kemana gue nanti, dan hal apa yang harus gue lakukan demi masa depan, jauh lebih penting daripada mikirin status.
Meskipun gue nggak sealim yang lain, setidaknya gue mau mencoba lebih baik, menghindari yang dilarang yang seolah menjadi biasa saja di zaman sekarang. Para single bahagialah, karena akan ada jalan yang indah menunggu kalian nanti, bertahanlah ketika lo di bully, ketika lo dijodohin digosipin, terpojokan, setidaknya lo menjadi hiburan untuk orang banyak bukan, SEMANGAT. Salam Single.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar