Rabu, 23 September 2015
Ada kalanya.. kita merindukan sesuatu yang tidak ada, ada kalanya kita berharap pada sesuatu yang tidak akan memberi apa-apa pada kita, menyesal pada kesalahan lampau, ingin memperbaiki diri dan melihat ke depan namun sayangnya masa lalu masih saja menggenayangi hati dan pikiran, ada kalanya kita ada di titik tidak rela dengan apa yang sudah berlalu sampai sekarang, ada kalanya kita membayangkan jika saja dulu tidak seperti itu mungkin kini akan jadi lebih baik..
Lebih menyakitkan, satu atap namun tidak sudi untuk saling menatap. Satu atap namun saling menjauh diam dan berpura-pura lupa. Satu atap namun pandangan kita berbeda, satu atap yang dulu sedekat nadi kini sejauh matahari, satu atap seolah ada jarak jutaan kilometer, selalu berusaha untuk memperbaiki keadaan, namun yang berusaha itu hanya ada di satu pihak yaitu mawar, yang lainnya tidak peduli, sampai akhirnya mawar menyerah, pasrah, sampai akhirnya seolah mawar yang memblock, yang hina, yang memulai duluan untuk berperang, padahal... segala cara sudah mawar lakukan untuk baik-baik saja, tapi nyatanya..... lebih pahit lagi, sampai kapan mawar akan diam pada titik dimana ia selalu stuck untuk jatuh cinta lagi, sampai kapan mawar menyesal, dan sakit hati akan pengkhianatan yang diterimanya dan baru diketahui sekarang-sekarang, sampai kapan mawar akan membenci, sampai kapan keadaan ini akan seperti ini? tidak kah dirinya ingin memperbaiki keadaan, tidakan mawar ada artinya setitikpun sekarang? sampai kapan mawar menangis. menangisi penyesalan, menangisi penghianatan, menangisi kekecewaan terdalam dalam hidupnya, ingin rasanya mawar menatap matanya dan berkata 'jika memang mawar tidak pernah berarti dalam hidupmu, tolong jangan tunjukkan itu di depan mata kepala mawar setiap harinya, karena itu menyakitkan, kelak luka ini akan kamu rasakan percis sama'
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar