nostalgia dikit boleh??
Ini tulisan dulu.....
Pada awalnya gue cuma seorang
manusia bergenre wanita, yang kembali rapuh karena terusir dari zona cinta yang
bahagia. Terusir dan jatuh, jatuh dan mengumpulkan satu demi satu tenaga untuk
bangun lagi. Setiap hari mungkin gue berhasil mungut satu tenaga, dan hari-hari
gue lewati, perlahan gue sembuh dan mampu kembali pulih, dan perlahan Tuhan
membenarkan pernyataan gue, bahwa ‘Orang baik akan selalu dengan yang baik dan
ketika gue bisa sabar Tuhan pasti ngasih sesuatu yang lebih dari baik’. Mungkin
lo dateng karena udah waktunya lo melirik gue, dan gue melirik lo. Lo dateng
tanpa direncanakan, lo mendekat meskipun sebenarnya kita telah didekatkan namun
mungkin sejak itu adalah waktu yang tepat untuk akhirnya kita saling mengenal.
Gue nggak tahu angin jenis apa
yang bisa bawa lo ke gue, apakah angin dingin yang menghampiri hati lo yang
udah lama jomblo, dan nggak ada pilihan lain jadilah gue yang lo deketin tapi
lo bilang kalo lo nggak pernah suka sama gue sebelumnya, bahkan sejak chat
pertama kita waktu itu di sosial media pun lo bilang, lo nggak punya rasa sama
gue. Lo bilang karena gue yang bales panjang dan konon katanya ‘agresif’
padahal sumpah itu chat biasa aja, mungkin hatinya yang udah kelamaan berdebu
karena jomblo, chat demikian lo sebut
agresif. Dan berkat chat gue konon lo jadi GR dan lama-lama chat kita yang
berkepanjangan pindah ke BBM yang awalnya gue juga bingung sejak kapan gue
punya kontak BBM lo, karena sebelumnya gue nggak pernah ngelirik yang namanya
DP, dan kalo gue nggak salah lo nggak pernah muncul di RU, tiba-tiba sejak chat
kita berkepanjangan, DP lo akhirnya sering gue lirik. Gue nggak pernah
kepikiran lo suka sama gue.
Dan tanpa lo tahu, sejak itu lo
membantu gue mengumpulkan tenaga lebih banyak lagi, gue mulai mencari tahu
tentang lo. Lo itu ‘antara ada dan tiada’ kalo di kelas, dateng diem dan
pulang. Nggak pernah kita ngobrol, mungkin karena beda ‘geng’ atau memang Tuhan
sengaja tidak mendekatkan kita, karena jika iya kita dekat mungkin sekarang
kita telah menjadi sahabat dan sahabat itu tercipta untuk bukan bersama.
Rencana Tuhan memang indah.
Gue cuma wanita yang hobby
menumpuk baju untuk disetrika, dan lo, pria berkumis. Iya mungkin ‘kumis’ bagi
lo adalah adik lo sendiri, selalu ada dan kontras di muka lo. Untungnya gue
nggak pernah alergi dengan pria berkumis, yang gue merinding justru alis lo
yang mirip ulet bulu, gue phobia ulet bulu. Tapi masih gue bisa tangani, karena
alis lo ngga bergerak. Sepertinya Tuhan menyediakan jalan tol untuk kita PDKT,
lancar jaya dan bahagia. Gue bahagia, nggak tahu kalo lo.
Dan sekarang gue tau jawabannya ;''''(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar