Sabtu, 01 Februari 2014

Keren gasih kalo gue bikin novel, dan sinopsis belakangnya itu kaya gini... taraaaa.....

Mungkinkah dalam diam, sesungguhnya kita masih berkomunikasi dalam rindu? Mungkinkah, memori kita masing-masing selalu berinteraksi, meskipun kita tak lagi saling bicara seperti dulu. Mungkinkah ada hati yang bersahutan dalam hening? Atau pikiran yang saling sibuk memikirkan satu sama lain walau tanpa lagi saling mengakui?  Sudahlah, tidak mungkin. Itu hanya ada dalam kisah dongeng. Hadapi kenyataan sekarang, telah ada bersamamu yang menginginkanmu melebihi bunga mengingingkan lebah madu.  Yang lebih dekat dan memberimu hal yang lebih logis, pikirkan yang ada dan berarti disekitarmu, jangan kau menjangkau yang sudah jauh, kelak kau menyesal karena yang berarti akhirnya pergi. Maka, sederhanakanlah rasa rindumu yang lalu itu biarkan hanya menguap menjadi rasa penasaran bahkan hanya sekedar fatamorgana saja. Buka matamu untuk sepasang mata baru yang ada didepanmu kini, yang siap menerkam kesusahanmu tanpa batas waktu. Yang kau tunggu dan masih kau cari hanya bayangan yang selalu mengikuti tanpa bisa lagi kau raih bahkan miliki, jangan bodoh lagi. Cintai yang mencintaimu secara utuh dan real. Persembahkan hal terbaikmu untuk yang memang layak. Memorimu tak usah lagi kau bahas, biarkan sistem kerja hatimu yang bisa meregenerasinya seiring berjalannya hal yang baru. Bahagia itu sederhana, ketika hatimu terbuka lebar untuk orang yang benar-benar ada untukmu, ketika dirimu mampu melepas yang terlebih dulu siap untuk meninggalkanmu dan takkan kembali meskipun berulang kali kesempatan itu ada.




Laku kaga yaaaa -,-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar