Keren
gasih kalo gue bikin novel, dan sinopsis belakangnya itu kaya gini...
taraaaa.....
Mungkinkah
dalam diam, sesungguhnya kita masih berkomunikasi dalam rindu? Mungkinkah,
memori kita masing-masing selalu berinteraksi, meskipun kita tak lagi saling bicara
seperti dulu. Mungkinkah ada hati yang bersahutan dalam hening? Atau pikiran
yang saling sibuk memikirkan satu sama lain walau tanpa lagi saling
mengakui? Sudahlah, tidak mungkin. Itu
hanya ada dalam kisah dongeng. Hadapi kenyataan sekarang, telah ada bersamamu
yang menginginkanmu melebihi bunga mengingingkan lebah madu. Yang lebih dekat dan memberimu hal yang lebih
logis, pikirkan yang ada dan berarti disekitarmu, jangan kau menjangkau yang sudah
jauh, kelak kau menyesal karena yang berarti akhirnya pergi. Maka,
sederhanakanlah rasa rindumu yang lalu itu biarkan hanya menguap menjadi rasa
penasaran bahkan hanya sekedar fatamorgana saja. Buka matamu untuk sepasang
mata baru yang ada didepanmu kini, yang siap menerkam kesusahanmu tanpa batas
waktu. Yang kau tunggu dan masih kau cari hanya bayangan yang selalu mengikuti
tanpa bisa lagi kau raih bahkan miliki, jangan bodoh lagi. Cintai yang
mencintaimu secara utuh dan real. Persembahkan hal terbaikmu untuk yang memang
layak. Memorimu tak usah lagi kau bahas, biarkan sistem kerja hatimu yang bisa
meregenerasinya seiring berjalannya hal yang baru. Bahagia itu sederhana,
ketika hatimu terbuka lebar untuk orang yang benar-benar ada untukmu, ketika
dirimu mampu melepas yang terlebih dulu siap untuk meninggalkanmu dan takkan
kembali meskipun berulang kali kesempatan itu ada.
Laku
kaga yaaaa -,-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar