sore menjelang magrib..
ketika terpaku menatap layar komputer,
di dinding terdapat dua semut yang sedang menaiki dinding yang cukup tinggi sembari membawa makanan sisa biskuit yang tadi kumakan.
nampaknya mereka lelah..
nampaknya mereka tetap semangat karena semua keluarganya menantikan makanan di atas sana..
nampaknya sisa biskuit yang sudah tak berarti untukku makan namun menjadi sesuatu yang sangat istimewa dan diperjuangkan secara maksimal oleh meeka..
tapi mereka tidak pernah mengeluh mereka diciptakan hanya untuk makan atau dibunuh oleh manusia atau alam sekitar..
pilihan mereka hanya makan atau mencari makanan dengan penuh resiko..
tapi mereka tetaplah menjadi semut yang terlihat biasa saja meskipun kondisi badan mereka sangatlah merugikan mereka..
namun tidak pernah ada satupun semut yang memilih untuk diam dan mati dengan sendirinya bukan?
andai manusia seperti itu dalam keadaan yang sudah maha sempurna dari semut.
badan manusia tentunya sangat lebih detail dan indah dibanding mereka..
tapi manusia tak pernah berhenti mengeluh dan selalu mendekati nilai keputus-asaan..
manusia selalu berfikir untuk terus mendapat yang paling baik tanpa mensyukuri hal terkecil dari apa yang mereka punya.
buka berarti saya ingin menjadi semut,
tapi sore ini saya belajar banyak dari 2 semut yang sedang mengangkut biskuit yang kini sudah mencapai atas dan menghilang dibalik atap..
saya ingin seperti mereka, tanpa tau tembok yang sangat tinggi,
tanpa peduli berat apa yang sedang mereka bawa,
satu hal mereka harus mencapai puncak,
tidak ada pilihan lain.
mereka saling berpangku untuk mencapai tujuan mereka..
dan semuanya menjadi ringan.
dan mereka sampai di tempat yang semestinya yang mereka inginkan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar