Sabtu, 01 Agustus 2015

DAEBAK!!

Hai.. hallo.. Kangen ih, kangen berbagi cerita disini. Mumpung ada banyak cerita gue mau share ya. Mungkin bisa dibilang ini semua adalah batu loncatan hidup gue, atau perwujudan mimpi gue. Dimana gue pengen jadi cewe kantoran yang sukses. Dimulai dari gue berpikir pengen kerja sambil kuliah, gapenting kerjanya apa penting ketang yang pasti halal ya, yang penting gue pengen menghasilkan. Bosen aja minta duit ke orang tua, kasiah ayah gue biarlah dia membiayai gue cukup sampai disini biarlah adik gue aja yang beliau harus pikirin. Saatnya gue harus mandiri, bahkan ngebantu beliau. Anak tertua, cewe punya adik dua yang masih sekolah, ayah yang pegawai swasta dan mamah si luar biasa sebagai ibu rumah tangga, pasti berat banget ngegedein kami-kami. Udah saatnya gue jadi tangan kanan mereka, anak mereka yang mereka tanam dari kecil, tak lelah untuk dirawat bahkan diberi pupuk terbaik. Alhasil saatnya gue menjadi pohon yang berbuah subur. Meskipun gue baru menginjak semester 5, tapi keinginan itu semakin besar. Meskipun sarjana gue belum kelar, gue yakin ada jalan untuk mahasiswa yang punya niat dan usaha buat kerja. Dan akhirnya gue sampai disini, peserta training call center Telkomsel. Lo tau? banyak hal yang gue perjuangkan untuk sampai disini, ngga semata-mata gue nyari kerjaan eh ada lowongan disana, gue lamar cv dan lolos, ngga. Jauh sebelum ini, entah berapa CV yang gueserahkan ke hrd-hrd lewat kantor ataupun email. Dari mulai gue ngirim CV ke stand elzatta, stand rabbani, mangkok manis, nasi goreng mafia, freelancer kompas, dan ngga ada panggilan sama sekali satupun. Akhirnya waktu itu perusahaan kecantikan Wardah buka part time untuk mahasiswa buat jadi beauty agentnya, gue dikasih info sama sahabat gue. Kita lamar, dan dateng dan taraaaa kita psikotest, soalnya lumayanlah ya. Tapi nyatanya gue galolos masuk tahap interview, sedangkan sahabat gue dipanggil dan akhirnya diterima. Padahal sahabat gue itu niatnya iseng, dia ngga bener-bener ngotot pengen part-time, tapi sekalinya dia lamar dia lolos. Gue? apakah gue sedih? apakah gue sirik dan down? sedikit rasa sedih ada, ngga munafik ya, sedikit rasa minder ada.. gue sempet mikir apa kemampuan gue belum cukup buat ikut psikotest kaya gitu, apa gue harus selesein kuliah dulu karena belum pantes? semenjak itu ngga ada panggilan kerja yang gue dapet, tapi gue ngga ngerasa gue cape. Terus aja gue cari info sana-sini. Akhirnya, di grup angkatan jurusan di kuliahan gue salah seorang member ngeshare ada lowongan part time dari telkomsel, dan CVnya bisa dikirim lewat email. Seperti biasa, gue jabanin. Gue kirim surat lamaran gue. Gue nggak ngarep apapun dari email itu, bisa jadi ini akan bernasib sama dengan email lainnya yang tidak dibalas. Tapi ternyata besok sore, hrd telkomsel ngebales email gue, gue terkejut ini pertama kali gue dapet email dari seorang HRD hahahahaha. Isinya "Maaf mbak, cantumkan juga CV" dan gue bergidik, ebuseeet gue lupa nge attachment CV gue, dan cuma ngirim surat lamarannya aja. Gue kirim ulang CV dan lamarannya ke email yang sama, bissmillah. Besoknya ada balesan lagi dari HRD, "Maaf mbak kami butuh rekap bukti IP, fotokopy KTP, dan mahasiswa" wkwkwkwk gue lupa, bukan lupa sih lebih ngga tau aja kalo harus ada itu. Gue kirim (lagi) dengan pengantar maaf kepada HRD. Apakah semua urusan beres?ngga :' gue dapet email lagi, "isi email kosong silahkan kirim kembali" buseeeet dahhh ini pertanda apaya, gue kirim lagi bertubi-tubi kayanya HRDnya geleng-geleng kepala liat kelakuan gue, mungkin dia mikir ini gue niat nggak sih kerja hahahaha ya Allah gue nggak habis pikir ada HRD sebaik itu, yang sabar dan terus mengingatkan dan memberi info, mungkin dia punya telepati akan gue yang pengen banget kerja. Setelah dipastikan terkirim banyak dan sukses, besoknya gue dapet sms untuk interview di kantor infomedia. Gue udah pernah sebelumnya di sms kaya begitu sama wardah untuk psikotest, jadi ngga seneng-seneng banget tapi bangga juga, dengan tragedi pengiriman CV yang pabaliut, gue masih aja bisa dipanggil. Gue sempet bingung ko tiba-tiba ke tahap interview ajaya, apa jangan-jangan kalo lolos interview gue bisa langsung kerja? hahahah. Semua luntur seketika ketika gue menjalankan prosesnya. Ditemani sang malaikat yaitu mamah, kami berangkat. Beliau pengen belanja pulangnya jadi ikut gue. Interview (tahap 1) berhadapan dengan HRD dari pihak Infomedia (perusahaan yang menyediakan layanan call center bagi perusahaan ternama seperti telkomsel, garuda, dan layanan 108) dipanggilah gue, 5 orang 5 orang. Waktu clotter gue, gue sekelompok sama 4 cowo lainnya, gue cewe sendiri. 3 dari mereka udah jadi sarjana di berbagai universitas UNPAD, UNLA, ada juga gue lupa lagi. Satu lagi sama masih kuliah sama gue. HRDnya ganteng manis, dia mengutarakan prosedur perusahaan secara garis luas, bagaimana sistemnya, bagaimana pandangan singkatnya, dan disana gue belum ngeuh Call Center itu gimana, dalam benak gue CC itu tugasnya ngomong dengan pelanggan dan menutup telepon, beres. Selanjutnya kita ditanya identitas masing-masing, dan dilanjut dengan role play, yaitu melakukan percobaan dialog menjadi agent atau pelanggan. Disitu gue sempet deg-degan sih, tapi gue coba lakukan, greeting dan menanyakan kepada pelanggan. Selesai interview, kita di intruksikan untuk menunggu sampai jam 12, nanti akan dipajang apakah kita lolos interview atau tidak, dan jika lulus bisa maju ke tahap psikotest. Deg, ada psikotestnya juga aaaaaaaaa gue ngga bawa alat tulis, begonya gue disana, untuk kalian jangan lupa bawa alat tulis setiap kalian akan interview atau hal sejenisnya ya. Mamah sang malaikat keluar gedung membelikan gue sebuah pulpen, dia jalan katanya jauh... demi gue. Dari sana gue pengen nangis, gue pengen teriak 'GUE HARUS LOLOS'. Tiba jam 12, HRDnya menempel kertas pengumuman di mading kantor, semua orang bergerombolan ingin melihat, sekitar 30 orang dengan officestylenya. Gue jadi kaya liat adegan sinetron yang tokohnya lagi testing buat kerja deh. Alhamdulillah gue lolos, dan berhak mengikuti psikotest jam 1 nanti. Tibalah jam 1, kami duduk di sebuah ruangan ber-Ac yang super dingin, dicampur dengan kegugupan gue. HRD masuk, lalu menjelaskan bahwa psikotest ini akan selesai jam 15.30. DEG buset ko lama amat, perasaan psikotest wardah cuma dikasih waktu sejam ko ini bisa sampe tiga jam. Terjawablah sudah mengapa psikotestnya lama, karena... banyak jenis soal. Dari mulai menyusun gambar, membedakan gambar, menyamakan gambar, dilanjut dengan menjumlahkan angka, mengkombinasikan angka, mendengarkan percakapan bahasa inggris dan speakernya kurang jelas, mengidentifikasi dialog dan tenses inggris, menggambar, dan lain halnya. Gue cuma bisa pasrah berkeringat dingin aja sambil ngerjain, diluar ekspetasi dan ajauh berbeda dari sebelumnya, setelah selesai dengan kepala yang udah pening. Kita diperkenankan pulang, dan menunggu hasilnya lewat sms yang akan diberikan. Dan berhari-hari menunggu dengan tenang, akhirnya alhamdulillah, gue dipanggil kembali untuk interview (tahap 2). Kali ini gue berangkat sendiri, meskipun masih pake bantuan maps ya gue gituloh sejak kapan bisa menghapal jalan dengan cepat, sempet gue takut karena sebelumnya gue ngalamin tragedi sama mamah, jatuh diserempet karena kesalahan gue yang ngga bisa liat kalo jalan diperboden dan one way. Dengan PDnya gue nerobos, dan membuat motor lain jadi menyenggol gue karena harusnya gue kan nggak lurus. Tapi ternyata, semua itu ya hanya bumbu dari perjuangan guys, memang harus seperti itu mungkin. Dan akhirnya gue selamat sampai tujuan, gue liat wajah-wajah baru disana. Yang asalnya mereka tidak satu gelombang dengan gue sebelumnya. Ternyata interview tahap dua ini gabungan manusia-manusia dari berbagai gelombang. Disitu gue ngarasa bangga sedikit. Ternyata gue bisa. Interview tahap dua ini berhadapan langsung dengan pihak Telkomsel, gue ditanya seputar kepribadian, dan cara pandang gue dan minat gue dalam dunia pekerjaan ini. Gue dituntut untuk melakukan janji, janji kalo gue diterima, gue bakal ngapain aja. Kalo gue jadi Bupati, gue bakal memberikan solusi seperti apa untuk jalanan Kopo yang macet, kalo ada bayi menangis, telepon berdering, dan air mendidih bersamaan mana yang bakal gue prioritasin duluan. Gitu deh santai, tapi serius dan khidmat (?). Interview berjalan singkat, alhasil gue pulang dan menunggu pengumuman. Kalo gue lolos, gue maju ke tahap training, dan training itu masih tahap seleksi guys :' gue masih harus berjuang lagi. Pengumuman berlangsung lama, setelah lebaran day baru HRD menginfokan lagi, dan syukur Alhamdulillah, gue lolos masuk training. One step closer guys. Training berlangsung 15 hari, pertama softskill, kedua hard skill. Gue masuk dalam batch 211. Berisikan kurang lebih 25 orang dalam satu kelas. Dan kebanyakan dari mereka berusia 23-24-25-26-bahkan ada yang 31. Yang sepantar dengan gue, kurang dari 5 orang. Disana, sambil duduk dengan pola huruf U. Hari pertama training, gue merenung. Gue sekarang ada di dalam dunia yang sebenarnya, bersama dengan orang yang jauh lebih dewasa dari gue. Mencari pekerjaan, mencari kesuksesan, bertekad kuat menghadapi masa depan. Kalo kalian jadi gue gimana rasanya guys? pasti sedikit syhok. Ternyata gue mempunyai langkah yang sama dengan mereka meskipun usia gue jauh lebih muda. Gue ternyata mempunyai langkah yang lebih dari mahasiswa kebanyakan, bukannya gue sombong, tapi gue perjelas, apakah yang gue lakuin ini salah? gue melangkah jauh, sejauh ini. Dimana gue harus sanggup menyelesaikan sarjana gue, sekaligus menjadi CC yang reliable untuk perusahaan yang sangat baik ini. Trainernya keren banget, dia mengajari kami gimana sih seharusnya kita bersikap, dia mengajari ilmu yang gue nggak pernah dapetin. Motivasi jelas gue dapet, bagaimana kita melayani konsumen dengan etika. Bagaimana kita menjadi profesional. Semua beliau ajarkan, bagaimana kita sukses, bagaimana membangun relasi, didukung dengan video, ice breaking yang menghibur, games yang seru. Alhasil 3 hari training soft skill berjalan tanpa terasa, walaupun berjalan dari jam 9 sampai jam 5 tapi gue enjoy ko. Lalu tibalah, ujian soft skill dan role play dengan CC yang sudah bekera lebih dulu. Disana kita diuji apakah selama ini kita menyerap materi dengan baik atau tidak, dan kita di uji apakah kita bisa praktik greeting closing dengan smiling voice yang benar. Lalu tepat di hari ketiga jam 5 diumumkan kembali apakah kita berhak maju ke training selanjutnya yaitu hardskill, pengumuman dipajang melalui mading seperti waktu itu. Alhamdulillah lolos, kebanyak di kelas gue lolos terkecuali satu orang. Begitulah guys seleksi masih terus berlanjut :'' TARAAA tibalah sekarang gue menceritakan di tahap hardskill, gue baru menjalani 1 hari training hardskill. Hari pertama, kami dicekoki 4 materi sekaligus beserta pretest maupun postestnya. Materi seputar apasih GPRS? apasih EDGE? gimana sih sms bisa sampai dan gagal, gimana jalurnya kita bisa menelepon? sejaran ukuran simcard, bahkan sejarah Telkomsel, visi misi perusahaan ini dan budayanya. Dimana pelanggan adalah prioritas dan kami memberikan pelayanan yang jauh diluar ekspetasi pelanggan sehingga memberikan nilai tambah pada stakeholders dan mendukung pembangunan ekonomi bangsa guys wkwkwkwk hapal kan gue? gimana lagi, gue harus bisa ngejar yang lain. dan akhirnya nanti dilanjut di training hari kedua dst yang belum gue jalanin. Gue baru bisa cerita sampai sana, maaf banyak typo. Gue cuma pengen mengabadikan perjuangan gue dalam tulisan, doain gue lolos sampai akhir ya, tapi kalo akhirnya gue ngga lolos gue udah sejauh ini bangga, gue udah punya pengalaman ilmu dan kaka-kaka yang gabisa dibayar dengan apapun, sebenarnya perjuangan gue udah terbayar sama apa yang udah gue dapat hingga saat ini. Jika Allah meridhoi gue akan lolos dan membanggakan semuanya AAmiin Buat kalian semua setelah baca tulisan gue, jangan pernah meremehkan pekerjaan Call Center, mereka yang sudah berhasil menjadi CC, sangat luar biasa. Bayangkan, CC dituntut untuk terus ramah, meskipun pelanggan membentak, berkata kasar, melecehkan, CC dituntut tidak boleh emosi. Pelanggan adalah keutamaan, dimana bagaimanapun kondisi CC, CC harus mengenyampingkan segalanya, meskipun nggak mood meskipun sedang sakit CC tidak bisa memperlihatkan semua itu. Sulit guys, menjadi CC bukan hanya mampu berkomunikasi, tapi CC harus bekerja secara multitasking, sambil berbicara CC tetap harus mengetik laporan penelepon, ditambah harus memberikan solusi atas segala permasalahan yang diadukan oleh pelanggan. Masalah itu tentu banyak, produk Telkomsel tidak sedikit .. ada simpati, halo, facebook card, dan as. Masing masing kartu memiliki tarif berbeda, memiliki paket varian yang berbeda, memiliki aturang yang berbeda memiliki promo yang berbeda ditambah faktor lokasi menentukan harga. Bayangkan saja pengguna Telkomsel yang mencapai 140 juta menelepon kepada CC. Tak heran CC harus siap 24 jam. Jam kerja seorang pegawai tetap CC 9 jam, meskipun mereka hanya duduk dan mengoprasikan sistem. Bayangkan berbicara tanpa henti 9 jam, diruangan berAC, jika CC tidak terbiasa banyak yang mengalami infeksi saluran pernafasan karena menggunakan nafas yang salah. Seorang CC dituntut untuk tidak lemot, dan bertele-tele. Seperti dokter yang harus akurat dalam menyelesaikan penyakit dengan obat yang tepat. CC pun harus memberikan solusi yang tepat agar pelanggan tidak dirugikan. Bayangkan beragam keluhan pelanggan yang datang, entah tidak bisa sms, tidak ada sinyal, gagal aktiv paket, menanyakan info roaming luar negeri, menanyakan segala kendala apapun, CC harus siap menghadapinya.. Penelepon tentu tidak berasal dari satu daerah saja, se Indonesia berhak melepon CC jika bermasalah, bayangkan tidak semua kriteria sama, pengguna Jakarta dan Bandung tentu akan berbeda gaya bicara. Kriteria pelanggan pun banyak ada yang ramah, ada yang merasa dirinya paling hebat. Tapi setiap CC pasti dianggap tahu segalanya, maka beban yang ditanggung cukup berat dan tidak bisa diremehkan guys heheheheheheh jadi yang pernah nelepon CC teleponlah dengan santun ya :* Oke akhirnya tulisan sepanjang ini akan berakhir, terimakasih. Untuk penutup, gue udah melangkah nih kalian masih dimana? kalo udah di depan gue, ajak-ajak gue dooong, kalo masih dibelakang gue, gue tantang lo buat ngejar gue! Semangat!!!