JENG... DUBIDUBIDUMSTAK.. TRORERORET (ceritanya efek themesong drumband biar meriah sedikit)
Hello pemirsa (loh?) , maksudnya pembaca blog setia saya dimanapun anda sedang bernafas, jumpa lagi dengan blog saya ini yang kembali memposting dan mensuplai tulisan-tulisan yang semoga bisa diterima dihati kalian yah..
Kali ini saya agak sedikit resmi nih (biasanya posting hal absurd), mau tau? ya itu saya ikutan kompetisi Blog yang diadain
Salam senyum semangat! untuk semua pelajar anak bangsa di Indonesia, yang masih akan terus berjuang untuk masa depan yang indah.
Salam penghargaan yang luhur! untuk semua pendidik Indonesia yang tak henti mencucurkan keringat untuk mengalirkan ilmu paling berharga sepanjang masa.
Meskipun status saya tahun ini telah resmi menjadi alumni dari almamater tercinta saya SMAN 1 MARGAHAYU dan akan berlari lagi untuk terus menuntut ilmu di Universitas Negeri di Bandung, namun saya Aida Nur Hidayah masih terbilang anak muda loh eh maksud saya masih ingin memplubikasikan sampai kapanpun dan dimanapun, betapa saya sangat bangga menjadi salah satu siswi dari sekolah ini dari awal mula MOSB sampai kepada pembagian ijasah.
Tiga tahun saya mendiami, menyinggahi dan dilindungi oleh bangunan sederhana, tidak terlalu mewah namun sangat layak untuk menjadi sebuah nama yaitu 'sekolah' dalam belajar akan banyak hal, tidak hanya ilmu pengetahuan, namun nilai kepada semua aspek kehidupan pun saya pelajari disini. Bagaimana saya mendapatkan karakter yang baik sebagai pelajar yang sedikit mengerti akan keadaan bangsa negara, etika dalam bergaul terhadap sesama manusia tanpa memandang strata, pengetahuan yang cukup luas mengenai apa yang belum diketahui sebelumnya, aplikasi dan implikasi atas sebuah pengorbanan dari mulai hati, nurani, jasmani dan masih beribu hal lain yang sudah saya dapatkan dari dedikasi, partisipasi, antusiasme, tutur kata, tulisan, perbuatan, semua guru-guru, tenaga pendidik lainnya dan semua warga sekolah terbaik yang pernah saya miliki.
Inilah mereka, orang tua kedua saya.. pendidik luar biasa saya.. yang akan menerima ucapan terimakasih paling besar akan andil yang megah pula untuk masa depan saya..
Merekalah.. sosok istimewa, transportasi ilmu untuk masa depan saya.. yang menghidupkan sekolah kami sampai saat ini. Tidak sekedar hanya saksi bisu semata namun media fasilitator yang memberi motivasi terbesar dalam sejarah putih abu saya.. Senyum mereka adalah energi terkuat saya untuk mencapai puncak tertinggi dalam keberhasilan.. Mereka selalu mencari cara bagaimana mendidik siswa dengan kreatif.. menggali dan memberi sesuai kebutuhan kami, bukan memaksakan apa yang kami tidak bisa lakukan dengan pengetahuan mereka..
Guru? Mata Pelajaran? Tugas sekolah? Bentuk Ujian Kelulusan?
" Wah para guru di SMA saya itu.. paling TOP deh! mereka kreativ dalam membangun semangat muridnya, mereka juga tertib pada waktu. Datang tepat waktu dan selesai tepat waktu pula, karena agak bete dong kalo gurunya menggunakan jam pelajaran secara berlebihan sehingga mengganggu pelajaran yang lainnya. Mereka sangat menjungjung pendidikan karakter, bukan hanya saja mata pelajaran yang diajarkan. Karena mereka berpendapat bahwa pendidikan karakter itu juga nomor satu, kan percuma saja kalo kita pintar tapi rendah dalam karakter.
Disiplin, yang saya rasakan terutama saat mata pelajaran Kimia, wah wah wah saya terpaku harus memperhatikan guru. Karena seperti yang kita tahu, eksak itu banyak dimusuhi siswa ya hehe meskipun saya anak IPA. Tidak bisa dipungkiri bahwa otak saya mandet kalo sudah bicara tentang eksak. Di fisika, guru kami sangat menjinakan fisika pada kami, mengenalkan bahwa fisika itu bukan untuk ditakuti melainkan di mainkan. Di Bahasa Indonesia, guru kami sangat melestarikan sastra untuk kami agar kami mau mempelajari warisan tulisan-tulisan indah para sastrawan sastrawati dahulu.
Disini yang saya suka, saya menyukai puisi. Dan guru saya mengeksplor kami agar kami bisa menemukan bakat disini. Yah meskipun pada dasarnya manusia tidak ada yang sempurna, guru kami pun tak luput dari kekurangan dan kesalahan. Kami sebagai muridnya pun begitu. Yah apapun itu akan tertutupi, jika kerjasama antara guru dan muridnya baik. Masalah tugas? wadaaawww ini dia yang membuat saya kadang frustasi (berlebihan) pusing, keringat dingin, dsb. Tugas itu pada dasarnya dirasakan begitu menyusahkan ya.. padahal dibalik itu ada sesuatu, tanpa kita sadari setengah persen ilmu yang kita serap itu berkat tugas loh.
Guru kami dalam memberikan tugas itu variativ sih, ada yang intensitasnya tinggi (alias setap hari ngasih PR) ada juga yang rendah, tugas dibagi menjadi individual, kelompok baik tulis maupun praktek. Tak lupa guru kami pun mengikuti perkembangan tekhnologi dalam memberikan tugas. Tak heran kini internet merajai semuanya, maka tugas yang diberikan pun semakin banyak.. kalo soal bentuk ujian kelulusan sih banyak, ada UTS ada UAS dalam bentuk tulis atau praktek. Guru kami sangat "killer" yaitu dalam bahasa remaja kami adalah guru yang tidak memberikan kesempatan untuk curang terhadap muridnya meskipun tidak keseluruhan, ya garis besarnya seperti itu. Jadi kami benar-benar dituntut mandiri, tidak mengandalkan siapapun. Soalnya sih variatif kalo dibilang susah ya karena saya ga belajar hehehe."
Mengenai Sekolah Dambaan, almamater saya ini sudah sangat menjadi dambaan saya sejak awal saya menginjakan kaki disini.
Tidak perlu segala sarana dan fasilitas yang sangat mewah bertaraf International,
tidak perlu media pembelajaran yang terlalu mewah atau tekhnologi yang sangat canggih semata-mata untuk memenuhi akreditasi menjulang atau gengsi tersendiri,
tidak perlu pula fashion yang terlalu berlebihan hanya untuk menjadi pelajari terpandang.
Bagi saya sekolah dambaan itu,
adalah tempat sebenar-benarnya dimana kita belajar untuk mengetahui apa yang belum kita ketahui, mempelajari apa yang perlu kita pelajari, dan kemudian menerapkan apa yang sudah kita miliki dengan sebaik-baiknya.
Adalah suatu tempat, yang layak untuk bernaung dari hujan, terik, maupun badai dalam perjuangan kita melahab ilmu dengan fasilitas yang memadai seperti WC, laboratorium mipa komputer dan bahasa, multimedia, aula, perpustakaan, ruang kelas, ruang guru, gymnasium, kantin dan fasilitas umum maupun khusus lainnya. Memadai bukan berarti mewah. Tapi layak dipakai.
Didukung oleh tingkat kebersihan yang tinggi, keasrian, kehijauan yang tertata beraturan, kedisiplinan dalam menjaganya.
Hal tersebut bisa menjadi prioritas yang tidak bisa sembarangan diabaikan oleh warga sekolah karena dengan menjunjung hal tersebut niscaya fasilitas sesederhana apapun itu terasa mewah dan nyaman untuk dinikmati lanjut untuk didambakan.
Seperti sekolah saya, sederhana tapi gaul :)
Gaul disini bukan tanda kutip, sekolah saya juga turut mempedulikan bagaimana globalisasi berkerbang sangat pesat seperti komet luar angkasa hehehe. Dengan didukung wifi, dan arena untuk mengakses ilmu pengetahuan seluas mungkin, multimedia, gor, belasan kantin dengan makanan bergizi, masjid istimewa, taman-taman disetiap sudut pandang penglihatan tak ubah bagai suatu pemandangan yang luar biasa memukau. Tak lupa poster-poster yang menghiasi setiap sudut sekolah yang selalu mengingatkan saya ketika sedang berjalan, bahwa sampah itu bukan untuk diabaikan tetapi dirawat sebaik-beiknya. Lantai yang selalu di lap setiap paginya baik oleh siswa maupun penjaga sekolah. Saya sangat teramat nyaman disini, masa putih abu saya tidak ada yang sia-sia.. Karena disetiap spot-spot sekolah, terdapat banyak cerita...
Bangunan, yang tidak akan saya lupakan. Selalu akan saya pandangi setiap saya melewatinya..
Tidak terlalu mewah, tapi sangat memuaskan kami..
untuk menggarap potensi yang ada pada diri kami..
Dambaanku..
karena yang terpenting adalah ini,
kebersamaan dalam setiap kesempatan,
bersosialisasi tanpa ruang batas..
Bergandeng tangan satu tujuan
Menjadi mitra yang bersatu padu
Bahu-membahu membangun masa depan
demi sebuah keberhasilan..
Menjunjung tinggi Tut Wuri Handayani
Bersama ikrarkan semangat belajar
Gapailah asa meraih masa depan
Dalam satu sekolah dambaan kami!
Tumpuan bagaimana cerita kami berjalan apa adanya!
Menuai tugas, semua mata pelajaran dengan suka duka..
Semuanya terasa nikmat dalam satu sekolah kami!
SMA NEGRI 1 MARGAHAYU
Harapan saya untuk pendidikan Indonesia?
Sebagai anak bangsa dan penerus negri ini, tentunya saya mempunyai banyak harapan agar pendidikan di Indonesia tidak mengalami kemunduran bahkan keterpurukan. Nampaknya bukan mimpi, jika Indonesia bisa menjadi negara nomer 1 taraf pendidikan yang baik minimal se Asia..
Saya yakin itu bukan mimpi ! itu target kuat yang harus kita wujudkan sama-sama!
Tapi, jika saya berkenan untuk memohon permintaan kepada pejabat-pejabat terhormat yang menggeluti bidang pendidikan Indonesia..
Bapak/Ibu yang saya hormati, sebagai pelajar saya merasakan adanya kebijakan-kebijakan pemerintah mengenai sistem pendidikan Indonesia yang berubah-rubah dari tahun ke tahun yang jaraknya sangat dekat..
mungkin pelajar lain pun merasakan sama seperti kami dijadikan "kelinci percobaan" atas kebijakan baru atau tambahan yang menyulitkan kami. Meskipun saya tahu, maksud dan tujuan kebijakan-kebijakan itu tidak lain adalah untuk memajukan pendidikan Indonesia..
Tapi saya sebagai yang harus mematuhi kebijakan itu merasa berat, saya harus belajar untuk bidang-bidang umum yang saya tidak suka. Guru-guru kami harus mengajarkan kami segala aspek mata pelajaran, terkadang saya iri dengan negara lain yang menyelenggarakan sistem pendidikan untuk membuat anak bangsanya fokus dalam bidang tertentu dan mendalami seserius mungkin sehingga bisa menjadi ahli dalam bidangnya itu.
Tidak seperti saya yang harus menggarap banyak hal, tapi saya tidak tahu apa keahlian saya dimana keinginan saya dalam satu hal yang nantinya saya akan tekuni. Mengapa kita tidak mengikuti atau terinspirasi oleh negara lain? mengapa kurikulum pendidikan Indonesia harus berganti-ganti.. mengapa tidak sarana dan prasarana saja yang harus dibenahi? karena saya tidak buta dengan kondisi sekolah-sekolah lain yang kurang beruntung.. masih beribu sekolah yang tidak layak pakai.. mengapa tidak untuk fokus membenahi sarana mereka yang kurang beruntung terlebih dahulu?
Terlebih saya juga tidak buta dengan pemberitaan-pemberitaan korupsi para pejabat, mengapa itu harus dipublikasikan? tidakkah kita menyadari bahwa mencontek, membeli kunci jawaban, bersikap curang itu berkiblat pada atasan yang curang juga?
Tidak ada yang bisa disalahkan..
Semua kembali pada pembenahan diri sendiri..
Maka saya ingin berdiri dan tersenyum diatas potret buram pendidikan Indonesia, bahwa hal itu bukan untuk di selidiki siapa yang salah.. tapi lebih baik lagi jika kita semua bersatu membenahi diri, dan bekerja sama memperbaiki dengan cara masing-masing, yang penting tujuannya sama bukan?
Besar harapan saya agar anak bangsa generasi penerus ini bisa lebih mempunyai waktu luang untuk mendalami minatnya di satu bidang dengan mengurangi isi kurikulum..
Besar harapan saya pula semua anak bangsa bisa membenahi diri, tidak saja terus menyalahkan siapa yang salah.. melainkan bangkit menjadi pelajar yang sesungguhnya..
Besar harapan saya juga agar pemerintah tidak menutup telinga dengan aspirasi pelajar Indonesia..
Terimakasih, saya bangga menjadi pelajar Indonesia :)
Maju terus pendidikan Indonesia !!
Wassalamu'alaikum wr.wb
Blog ini diikutsertakan dalam Sekolah dambaanku Blog Competition 2013 yang kece abis!





