Kamis, 01 Mei 2014
3.40 sahur untuk berpuasa rajab. Menandakan puasa ramadhan akan datang seperti kedipan mata. Apakah kausiap tuan nyonya? Mendengarkan lagi sirine sahur yang membangunkan nikmatnya tidur kita. Menahan lagi lapar haus dan nafsu sepanjang hari. Tidak berat, sesungguhnya yang berat itu bukan menjalankannya namun mempertahankannya. Dimana kita harus berjuang keras untuk teguh pada prinsip yang benar ditengah-tengah sejuta hal yang bisa membawa kita ke jalan yang berlawanan. Sesungguhnya kebanggaan itu bukan kepada hasil yang diperoleh namun lebih kepada banyaknya pembelajaran yang kita dapatkan. Jalan saja dulu, jangan memikirkan hal buruk yang akan atau pasti terjadi. Jalan dengan langkah yang memiliki arti dan maksud. Seperti tulisan ini, tulis saja dulu, tanpa memikirkan kekoherenan kalimat, kaidah tata bahasa, struktur cerita. Yang penting anda tahu apa maksud saya dari kalimat awal dan akhir.Karena memikirkan tetus menerus tanpa memulai, kita hanya lari di tempat. Jadi, puasa itu seperti tulisan blog. Gampang diniati, mudah dijalani namun susah untuk bertahan tetap menulis agar menjadi panjang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar