Selasa, 29 April 2014

Golden Lady


Bukan, bukan makna sebenarnya yang berarti wanita emas (?)
Itu nama milkshake mungkin sirupshake atau sodashake atau lemonshake atau esbatushake(?) L
Pokoknya didalamnya, ada es batu, soda berwarna merah, dan air, sedotan juga, es batu yang bentuknya abstrak tidak seperti di KFC atau Mcdonald atau Limamu gerlong L dan terdapat potongan kecil, awalnya biasa, maksudnya saya pikir itu belimbing karena naluri saya ingin menyatakan itu belimbing, lama-kelamaan itu adalah ayam penyet maksud saya lemon. Baiklah itu memang lemon, jelas dari keterangannya, Golden Lady (grenadien+lemon) Saya lupa, grenadien apa gradien apa grenade foya L susah yang jelas namanya unik. Dikemas dengan ecek-ecek maksudnya tidak memakai gelas berlian, atau gelas yang bercap J.co L golden lady ini berbungkus sebuah tempat plastik transparan sehingga kita bisa langsung tahu itu berbentuk cair, meskipun jikalau pada kenyataannya itu tidak transparan, saya yakin saya tahu itu cair dia juga tahu mungkin juga tidak.
Dia? Siapa? Dialah master golden boy L yang mentraktir saya Golden Lady di dekat Sdnya atau SMPnya atau SMPnya entahlah saya lupa lagi, hobby dia menunjukkan almamater sekolahnya dan saya saya ingat dalam satu detik, detik kemudian saya lupa, yang jelas Sdnya konon bekas sekolah Aura Kasih, dan lagi direnofasi.  minuman sederhana yang sangat menyegarkan batin dan telapak kaki L sepertinya yang sederhana namun berefek mewah meriah (?) bagi hari-hari saya yang seperti tunas yang sebentar lagi mekar, meskipun tunas tidak bisa mekar, tapi dia akan selalu membuat itu bisa terjadi.
Dia yang paling bisa membuat saya tertawa, apapun kondisinya. Entahlah, sungguh bakatnya melawak. Dia yang selalu membawa saya kepada megahnya jembatan pasupati, sembari menyeruput golden lady yang tak kunjung habis. Dia yang selalu membawa saya kepada angin Bandung dimana saja, dia yang membuat saya mengenal apa itu Dipatiukur, apa itu Dago, apa itu Taman Lansia, taman fotografi, Punclut, Taman Pahlawan, Rereng Barong, Gerlong L dia yang selalu maksimal menaruh sesuatu hal yang baru dalam kehidupan saya. Hidup saya yang semula berjalan bergitu sakit dan sulit, kini terasa sangat mudah dan ringan. Karena dia yang memudahkan segalanya. Dengan usianya yang muda, dia membawa saya pada sudut pandang kedewasaan.

Dia yang selalu merebut kunci motor saya ketika di parkiran, mendahului saya untuk membuka jok, mendahului saya tanpa ragu untuk mengambil kaos kaki, masker dan jaket, dia yang selalu mendahului saya mengambil kartu parkir, dia yang selalu menyalakan lampu motornya sebagai pencahayaan saya ketika malam dan gelap untuk memakaikan masker, dia yang selalu memegang tas saya, dia yang mengambil laptop saya untuk dia bawa agar tidak menjadi berat. Dia yang selalu ada ketika saya cantik dan ketika saya jelek, ketika saya menyenangkan dan ketika saya menyebalkan. Dia yang selalu peduli soal hal kecil tentang saya, dia yang selalu cemburu soal hal yang sebenarnya bukan. Dia si Golden Boy. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar