Bukan, bukan makna sebenarnya yang berarti wanita emas (?)
Itu nama milkshake mungkin sirupshake atau sodashake atau
lemonshake atau esbatushake(?) L
Pokoknya didalamnya, ada es batu, soda berwarna merah, dan
air, sedotan juga, es batu yang bentuknya abstrak tidak seperti di KFC atau
Mcdonald atau Limamu gerlong L
dan terdapat potongan kecil, awalnya biasa, maksudnya saya pikir itu belimbing
karena naluri saya ingin menyatakan itu belimbing, lama-kelamaan itu adalah
ayam penyet maksud saya lemon. Baiklah itu memang lemon, jelas dari
keterangannya, Golden Lady (grenadien+lemon) Saya lupa, grenadien apa gradien
apa grenade foya L
susah yang jelas namanya unik. Dikemas dengan ecek-ecek maksudnya tidak memakai
gelas berlian, atau gelas yang bercap J.co L
golden lady ini berbungkus sebuah tempat plastik transparan sehingga kita bisa
langsung tahu itu berbentuk cair, meskipun jikalau pada kenyataannya itu tidak
transparan, saya yakin saya tahu itu cair dia juga tahu mungkin juga tidak.
Dia? Siapa? Dialah master golden boy L yang mentraktir saya Golden
Lady di dekat Sdnya atau SMPnya atau SMPnya entahlah saya lupa lagi, hobby dia
menunjukkan almamater sekolahnya dan saya saya ingat dalam satu detik, detik
kemudian saya lupa, yang jelas Sdnya konon bekas sekolah Aura Kasih, dan lagi
direnofasi. minuman sederhana yang
sangat menyegarkan batin dan telapak kaki L
sepertinya yang sederhana namun berefek mewah meriah (?) bagi hari-hari saya
yang seperti tunas yang sebentar lagi mekar, meskipun tunas tidak bisa mekar,
tapi dia akan selalu membuat itu bisa terjadi.
Dia yang paling bisa membuat saya tertawa, apapun
kondisinya. Entahlah, sungguh bakatnya melawak. Dia yang selalu membawa saya kepada
megahnya jembatan pasupati, sembari menyeruput golden lady yang tak kunjung
habis. Dia yang selalu membawa saya kepada angin Bandung dimana saja, dia yang
membuat saya mengenal apa itu Dipatiukur, apa itu Dago, apa itu Taman Lansia,
taman fotografi, Punclut, Taman Pahlawan, Rereng Barong, Gerlong L dia yang selalu
maksimal menaruh sesuatu hal yang baru dalam kehidupan saya. Hidup saya yang
semula berjalan bergitu sakit dan sulit, kini terasa sangat mudah dan ringan. Karena
dia yang memudahkan segalanya. Dengan usianya yang muda, dia membawa saya pada
sudut pandang kedewasaan.
Dia yang selalu merebut kunci motor saya ketika di parkiran,
mendahului saya untuk membuka jok, mendahului saya tanpa ragu untuk mengambil
kaos kaki, masker dan jaket, dia yang selalu mendahului saya mengambil kartu
parkir, dia yang selalu menyalakan lampu motornya sebagai pencahayaan saya
ketika malam dan gelap untuk memakaikan masker, dia yang selalu memegang tas
saya, dia yang mengambil laptop saya untuk dia bawa agar tidak menjadi berat. Dia
yang selalu ada ketika saya cantik dan ketika saya jelek, ketika saya
menyenangkan dan ketika saya menyebalkan. Dia yang selalu peduli soal hal kecil
tentang saya, dia yang selalu cemburu soal hal yang sebenarnya bukan. Dia si
Golden Boy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar