Mungkin hanya disini tempatku untuk bisa menyampaikan setengahnya dari segalanya yang ada dalam benakku.
Tentang rasa terimakasihku kepada Tuhan, dan kepada para hambanya yang ditakdirkan untuk hidup didekatku dan memberi arti yang dalam khususnya untuk hari ini.
Ada apa hari ini? biasa saja, 26 Maret 2014 bukan? tidak ada perayaan internasional atau nasional yang meriah dihari ini, namun sangat lain bagiku. Hari ini umurku 19 tahun, semalam kemarin rasanya jok motor yang ku naiki semakin empuk, rupanya itulah terakhir kali aku menduduki jok tersebut di umur 18 tahun. Kemana angin malam membawa karbondioksida yang terakhir kali aku keluarkan di umurku yang 18 tahun itu? semua berlalu karena memang harusberlalu.
19 tahun sudah aku hidup, udara pagi yang kuhirup di awal umur baruku terasa bebas. Aku seperti lahir kembali untuk kehidupan selanjutnya yang tidak akan semakin mudah. Tentu saja, hari ini spesial sekali, teramat sangat spesial. Dalam duniaku yang baru, dunia kampus, rupanya ulang tahunku dianggap penting oleh sebagian rekan, sahabatku. Mereka merayakannya dengan do'a dan pengorbanan, sungguh sebangga-bangganya aku ialah ketika ada orang yang sudi mengingatku dalam kesusahan mereka, mengingatku dalam kesibukan mereka, dalam sekali.
Mereka adalah hamba terbaikNya kelak di syurga, aamiin, tolong dengarkan aku ya Tuhan, dan kabulkanlah perkataanku tadi. Ibuku, yang sejak pukul 01.00 dini hari telah sibuk di dapur, aku heran. Tidak biasanya malaikatku itu memasak sepagi buta itu, dalam tidur aku masih bisa mendengar dengan jelas, bagaimana beliau sedang memotong bawang, mengulek bumbu, dan tercium aroma nasi kuning dan opor ayam pukul 05.00. Mengapa harus sepagi itu? dan ketika jam 04.00 aku terbangun dan memainkan laptopku, ibuku menghampiriku dan mendo'akanku, cukup lama dan mencium keningku, Tuhan.. dengarkan doanya.. kabulkan jika itu sumber kebahagiaannya.
Dan alasan mengapa ibuku memasak sepagi itu terkuak, tak lama pukul 05.00 aku bergegas mandi karena kuliah pagi, dan saat hendak menggosok gigi, adikku mengusikku untuk segera keluar dan menemui temanku yang datang kerumah, aku kembali mengenakkan pakaian dan membatalkan acara mandiku yang hampir khusyuk itu. Benakku berbicara bahwa itu adalah sahabatku Rizka, namun ternyata dia adalah Viana.. dan dibelakangnya adalah Alif yang sudah berdiri tinggi menenteng kue bolu bernyalakan lilin api 19 tahun, sungguh. Aku tidak percaya mereka sudi untuk datang, aku merasa lahir lagi karena bahagia. Tak lama, benar saja Rizka datang dan membawa kue dan kadonya, yang berisi baju dan jilbab yang sangat menarik dan tidak sabar aku kenakan, baiklah aku benar-benar merasa dipentingkan.
Mereka datang shubuh sekedar mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan kue, hal sederhana yang menurut mereka mudah dilakukan, namun sekaligus hal paling dalam yang aku rasakan.
Aku tidak pernah menebak bahwa hari ini akan semelankolis ini, aku bahagia.
Dan kejutan tidak berakhir sampai demikian, ada lagi, segerombolan hamba Allah yang benar-benar gila, yang baru aku kenal namun aku bisa merasa dekat sekali dengan mereka, ber10 mereka memboyong kue spongebob kuning yang membuat mata ini berbinar, aduhai aku bahagia, mereka masih mau meluangkan waktunya untukku, aku bahagia.
Terimakasih, untuk semuanya... karena hari ini akan tersimpan di memori dengan kapasitas yang cukup luas dalam benakku, aku cinta kalian semua...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar