Apa aksi dan reaksimu ketika pacarmu menanyakanmu soal begini,
" Kamu sayang aku? kalau iya apa buktinya?"
Konyol, pertanyaan konyol. Seharusnya pacarmu tidak usah lagi menanyakan tentang itu, seharusnya ia melihat sendiri dan menemukan jawabannya sendiri. Bukti rasa sayang itu bias. Bukti yang diucapkan dari mulutmu, yang manis dan menyejukkan hati, melambungkan pikiran dan membuatnya tidak berhenti tersenyum tanpa perbuatan nyata dari ucapanmu sendiri sama dengan omong kosong. Sodara, rasa sayang itu lebih mulia dari omong kosong. Sebenar-benarnya rasa sayang seseorang itu ialah yang dapat kau temukan sendiri dari orang yang kau sayang, dari perilakunya dan dari penerimaannya atas dirimu, bukan sekedar ucapan sayang antara dia dan kau saja, terlalu sederhana. Maka jawab saja pertanyaan pacarmu itu dengan tersenyum dan berkata,
"Simpan pertanyaanmu itu dalam-dalam, gantungkan pada hatimu, dan ketika suatu hari itu tiba, kau akan menemukan jawabannya bukan dari mulutku tapi dari rasa sayangku yang langsung berbicara pada hatimu. Dan setelah itu, kau bisa lepaskan gantungan pertanyaanmu, buang jauh-jauh dari pikranmu, dan peluklah aku sampai aku yakin kau tidak akan pernah melepaskanku."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar