Rabu, 09 Juli 2014

Selamat malam, sudah lama sekali rasanya tidak menulis lagi, malam ini mungkin untuk sekian banyak orang yang sedang dipusingkan oleh meriahnya pesta demokrasi, saking meriahnya semua mengaku menang. Pusing sudah jika menelaah media di televisi, tidak ada yang dipercaya karena kenetralan sudah menjadi hal tabu dan langka. Sayangnya aku tidak akan membahas itu, biarkan waktu yang akan menjawab siapa presiden kita.

Yang akan aku tulis mungkin hal biasa yang orang lain rasakan ketika mereka mengaku bahwa mereka sedang jatuh cinta,
teruntuk kamu yang sedang berada dalam kegelapan, berada dalam lantai 7 ruang 777. Ingin sekali aku ada disana lagi, tapi aku tidak bisa, mungkin tulisan ini akan menjadi selimut yang menghangatkan kamu ketika kamu harus tidur di tempat yang dingin.
Ketika malam kemarin, ya aku melihat Bandung dari ketinggian, malam hari. Bukankah aku selalu ingin melihat pemandangan itu, bukankah aku selalu memintamu pergi ke tempat yang bisa aku melihat semua deretan lampu-lampu bewarna yang berkerlap-kerlip disana dan dimana-mana, membingungkan mata ini untuk melihat yang mana, untuk lebih takjub di sisi yang mana, tapi malam itu aku tidak lagi bingung, karena kamu lebih menarik dari pemandangan Bandung malam yang selalu aku ingin lihat.
Aku belajar tentang kamu, yang aku pelajari malam itu bahwa kamu sangat baik, benar-benar baik dalam arti sebenarnya, aku bisa lihat betapa kamu lebih mementingkan orang lain daripada diri kamu sendiri, kamu selalu begitu, kamu selalu sibuk mengurus orang lain, memerhatikan orang lain, terlalu sibuk menjaga orang lain ketimbang diri kamu sendiri, rasanya kamu hidup untuk orang lain. Dan betapa indahnya malam itu lebih indah dari langit malam yang bergradasi hitam kelabu dan putih, mengetahui bahwa aku salah satu dari orang lain itu.
Kamu selalu ingin orang lain nyaman meskipun kamu harus berdarah, mungkin ibaratnya seperti itu. Aku bangga sama kamu. Aku merasa Tuhan benar adil dalam menyayangi hambanya. Aku tidak tahu percis kapan aku mulai jatuh cinta terhadap lelaki yang satu ini, tapi yang aku tahu bahkan aku mau, cinta ini tidak akan mengenal kata akhir..

Kita akan tumbuh bersama-sama, kita akan matang secara bersama, kita akan mulai dari 0 membangun segala mimpi yang telah kita rangkai, kita bangun dengan pondasi yang kuat, kuat dan sangat kuat sehingga pertengkaran kita tidak akan sanggup untuk merobohkannya, kita saling menjaga. Meskipun aku sangat sadar seringkali kamu terlalu berlebihan perihal menjaga dan menyayangi, aku selalu merasa bersalah ketika aku harus menyakitimu dengan kata tajam yang aku katakan, tapi percayalah itu hanya karena kamu berlebihan, kamu mungkin susah untuk percaya, tapi untuk berpaling rasanya aku harus berpikir ribuan kali.
Banyak hal dari kita yang berbeda, baik itu sudut pandang, maupun prinsip. yang aku selalu ingin sampaikan kepada kamu adalah bahwa aku terlahir dengan watak yang keras kepala, dan aku tidak bisa diganggu soal hobby atau kebiasaan yang sebelumnya telah aku jalankan, baik itu bergaul dengan siapa saja, ramah dengan siapa saja. Aku sadar betul kamu tidak pernah suka ketika aku seperti itu, mungkin kamu takut aku pergi? atau hal lainnya. Tapi mohon, tidak akan segampang itu aku pergi, tenang saja. Tulisan ini jadi saksinya sayang.. Selamat Malam.